Di simpang Jalan Aliyang, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, A Weng bersama beberapa temannya turun ke jalan untuk membagikan takjil. Sore itu, ada 250 takjil yang dibagikan, semuanya hasil dari A Weng dan kawan-kawan menabung dari hasil mereka memeriahkan Cap Go Meh.
Meski A Weng cs tak ikut merayakan bulan Ramadan, namun mereka berniat membagikan takjil kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa. Aksi sosial ini menjadi wujud kepedulian sekaligus mempererat kebersamaan di tengah keberagaman.
Para pemuda Pontianak itu tampak membagikan ratusan paket takjil kepada pengendara dan warga yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. A Weng yang menjadi Koordinator kegiatan, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian mereka kepada masyarakat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada umat Muslim. Meskipun dari kami tidak ada yang beragama Muslim, kami ingin berbagi kebahagiaan kepada masyarakat yang sedang berpuasa," ujar A Weng, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan inisiatif bersama rekan-rekannya yang sebelumnya terlibat sebagai pemain naga dalam perayaan Cap Go Meh di Pontianak.
Komunitas pemuda Tionghoa di Pontianak bagikan takjil. (Ocsya Ade CP) |
Menurutnya, sebagian rezeki yang diperoleh dari kegiatan tersebut kemudian disisihkan untuk membeli takjil dan dibagikan kepada masyarakat.
"Kami sisihkan pendapatan kami, lalu terkumpul sekitar 250 kotak kue yang kemudian kami bagikan kepada masyarakat," jelasnya.
A Weng berharap kegiatan berbagi seperti ini dapat terus dilakukan dan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk saling membantu serta menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.
Komunitas pemuda Tionghoa di Pontianak bagikan takjil. (Ocsya Ade CP) |
Menurutnya, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat rasa persaudaraan dan kepedulian sosial antarwarga di Kota Pontianak.
Aksi berbagi ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Salah seorang warga Muslim yang menerima takjil, Rahmat (34), mengaku terharu dengan kepedulian yang ditunjukkan para pemuda tersebut.
"Alhamdulillah, sangat membantu. Apalagi kami yang masih di jalan menjelang buka puasa. Ini juga menunjukkan bahwa kebersamaan antarumat beragama di Pontianak sangat baik," kata Rahmat.
Ia berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan karena tidak hanya membantu masyarakat yang berpuasa, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan di tengah keberagaman.
(aau/aau)

