Pemudik berinisial RP (39) asal Kebumen, Jawa Tengah, meninggal dunia dalam bus di tengah perjalanan mudik. Wanita tersebut diduga kelelahan karena terlalu lama menunggu dalam bus yang terjebak antrean naik kapal ferry di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.
Dilansir detikBali, korban dilaporkan meninggal pada Rabu (18/3/2026) pagi. Peristiwa bermula saat RP menumpang bus Tami Jaya jurusan Denpasar-Jawa Tengah, berangkat pada Selasa (17/3/2026) pukul 17.00 Wita. RP diketahui bepergian sendirian tanpa didampingi keluarga dari Denpasar.
Kemudian pada Rabu pagi pukul 06.45 Wita, saat bus mengantre di kawasan simpang manuver atau pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk, RP dilaporkan pingsan. Kondektur bus segera meminta bantuan kepada petugas kesehatan di pelabuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban kemudian mendapatkan penanganan medis darurat berupa resusitasi jantung paru (RJP) di Kantor Kesehatan Karantina. Karena kondisinya tak kunjung membaik, RP dilarikan ke Puskesmas II Melaya.
Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong di tengah perjalanan. Dokter Puskesmas II Melaya menyatakan bahwa RP sudah dalam keadaan meninggal dunia ketika tiba di faskes. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati membenarkan adanya peristiwa tersebut. Saat ini, jenazah korban dititipkan di Puskesmas Gilimanuk dan rencananya akan dipulangkan ke Kebumen menggunakan mobil jenazah RSU Negara, Bali.
"Benar kami mendapat laporan adanya penumpang perempuan yang diketahui meninggal dunia di dalam bus. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan," kata Kadek Citra saat dikonfirmasi detikBali, Rabu (18/3/2026).
Citra menambahkan, pihaknya mengimbau para pemudik untuk memperhatikan kondisi kesehatan dan tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan dulu jika dirasa kelelahan. Dia juga memastikan bahwa pengamanan arus mudik Operasi Ketupat Agung 2026 berjalan ketat.
"Kami mengimbau para pemudik untuk selalu memastikan kondisi kesehatan fisik yang prima sebelum perjalanan jauh. Segera lapor ke pos pengamanan terdekat jika merasa kurang sehat di perjalanan," imbuhnya.
Baca selengkapnya di detikBali.
(des/des)
