5 Titik Pantau Hilal di Kalimantan pada 19 Maret 2026, dari Kalbar-Kaltim

5 Titik Pantau Hilal di Kalimantan pada 19 Maret 2026, dari Kalbar-Kaltim

Devi Setya - detikKalimantan
Kamis, 19 Mar 2026 07:02 WIB
Foto udara Masjid Raya Darussalam dengan ornamen khas Dayak Kalimantan Tengah, di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (12/4/2022). Masjid yang dibangun tahun 1984 lalu direnovasi dan diresmikan oleh Pemprov Kalteng pada tahun 2015 itu merupakan destinasi wisata religi di Palangka Raya dengan desain motif simbol talawang khas suku Dayak Kalteng. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/tom.
Masjid Raya Darussalam dengan ornamen khas Dayak Kalimantan Tengah, di Palangka Raya/Foto: ANTARA FOTO/Makna Zaezar
Palangka Raya -

Untuk menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah dan Hari Raya Idul Fitri, pemantauan hilal dijadwalkan pada Kamis, 19 Maret 2026. Ada 117 titik pantau hilal di seluruh Indonesia, dan 5 di antaranya di Kalimantan.

Dikutip detikHikmah dari laman Kementerian Agama, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kemenag Abu Rokhmad mengatakan sidang isbat merupakan prosedur resmi yang digunakan pemerintah untuk menetapkan awal bulan Hijriah, terutama bulan-bulan penting seperti Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

"Seperti biasa, sidang isbat diawali dengan seminar pemaparan posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama. Setelah itu dilanjutkan dengan sidang tertutup untuk membahas hasil rukyatulhilal yang masuk dari berbagai daerah, sebelum akhirnya diumumkan kepada masyarakat," jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga menjelaskan berdasarkan hasil perhitungan astronomi atau hisab, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia pada saat rukyat 29 Ramadan 1447 H atau 19 Maret 2026 diperkirakan sudah berada di atas ufuk. Ketinggiannya berada pada rentang antara 0 derajat 54 menit 27 detik hingga 3 derajat 7 menit 52 detik. Sementara itu, sudut elongasi atau jarak sudut antara bulan dan matahari diperkirakan berkisar antara 4 derajat 32 menit 40 detik hingga 6 derajat 6 menit 11 detik.

Lalu, perhitungan hisab juga menunjukkan bahwa peristiwa ijtimak menjelang awal Syawal 1447 H diperkirakan terjadi pada 19 Maret 2026 sekitar pukul 08.23 WIB. Kendati demikian, penetapan awal Syawal tetap juga harus menunggu hasil pemantauan hilal secara langsung di lapangan, tidak hanya mengacu pada perhitungan astronomi semata.

"Penetapan awal Syawal 1447 H akan menunggu laporan hasil rukyatulhilal dari seluruh daerah yang kemudian dibahas dalam sidang isbat," katanya.

Hingga saat ini, Kemenag telah menyiapkan pemantauan hilal di 117 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia untuk memastikan hasil pengamatan yang komprehensif. Proses pengamatan tersebut melibatkan Kantor Wilayah Kementerian Agama di tingkat provinsi, Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, Pengadilan Agama, organisasi kemasyarakatan Islam, serta sejumlah instansi terkait di daerah.

Di Kalimantan, ada lima titik pemantauan hilal yaitu:

  1. Kalimantan Barat: Pantai Indah Kakap, Kubu Raya
  2. Kalimantan Tengah: Menara Masjid Raya Darussalam, Palangka Raya
  3. Kalimantan Timur: Rusun ASN Tower D, IKN
  4. Kalimantan Selatan: Rooftop Zuri Express Hotel, Banjarmasin
  5. Kalimantan Utara: Satuan Radar TNI AU 204, Tarakan

Baca selengkapnya di sini.




(sun/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads