Dokter Ungkap Banyak Pasien GERD Masuk IGD Usai Lebaran gegara Coklat-Keju

Dokter Ungkap Banyak Pasien GERD Masuk IGD Usai Lebaran gegara Coklat-Keju

Sarah Oktaviani Alam - detikKalimantan
Minggu, 29 Mar 2026 16:00 WIB
kue kering
Ilustrasi kue kering. Foto: mstar.com.my
Balikpapan -

Kambuhnya penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) menjadi salah satu kasus yang banyak ditemukan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) setelah Lebaran. Dokter menyebut kasus ini umumnya disebabkan konsumsi camilan berlebih, terutama yang mengandung coklat dan keju.

Dilansir detikHealth, pakar penyakit pencernaan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH mengatakan coklat dan keju dapat memicu kelemahan pada klep kerongkongan atau low esophageal sphincter sehingga mendorong terjadinya reflux.

"Oleh karena itu, saya ingatkan kurangi coklat dan keju ya agar kita terhindar dari GERD," saran Prof Ari dikutip detikHealth dari akun Instagram atas izin yang bersangkutan, Minggu (29/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk pasien yang sudah mengalami atau mendapat serangan akut GERD, Prof Ari menyarankan untuk segera berobat ke IGD sehingga mendapat penanganan yang tepat.

"Jangan lupa minta kepada dokternya untuk tambahan obat anti asam lambung beberapa hari ke depan," lanjutnya.

Di samping GERD, risiko diare juga harus diwaspadai setelah Lebaran. Makanan pedas-pedas yang dikonsumsi bisa memicu penyakit diare, terutama setelah satu bulan berpuasa.

"Dalam beberapa hari pertama di Bulan Syawal ini mulailah kita mengonsumsi makanan yang pedas-pedas dan ini akan merangsang terjadinya diare," imbuh Prof Ari.

Kondisi ini, kata Prof Ari, kerap disebut dengan istilah Irritable Bowel Syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus. IBS gangguan fungsional kronis pada usus besar yang ditandai dengan nyeri perut berulang, kembung, dan perubahan pola buang air besar.

"Oleh karena itu, kalau memang hobi makan cabai itu ada pada teman-teman sekalian, maka kita haru melakukannya secara bertahap," tegasnya.

Baca selengkapnya di detikHealth.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads