Pilu Bocah 10 Tahun Tewas Diterkam Buaya di Kutai Timur

Pilu Bocah 10 Tahun Tewas Diterkam Buaya di Kutai Timur

Riani Rahayu - detikKalimantan
Selasa, 31 Mar 2026 18:33 WIB
Jenazah bocah yang diterkam buaya di Kutim dibawa ke rumah duka. (Istimewa)
Foto: Jenazah bocah yang diterkam buaya di Kutim dibawa ke rumah duka. (Istimewa)
Kutai Timur -

Seorang bocah berusia 10 tahun bernama Muhammad Isam di Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim), tewas diterkam buaya saat mandi di sungai bersama sejumlah rekannya. Peristiwa itu terjadi di Sungai Jembatan 6 Kudung, Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.

Kapolsek Bengalon AKP Asriadi menjelaskan kronologi kejadian. Diketahui lokasi tersebut memang rawan serangan buaya. Saksi menyebut, buaya terlihat menggigit bagian pundak bocah itu dan menyeretnya ke arah semak bambu di tepi sungai.

"Tiba-tiba korban berteriak meminta tolong saat berada di pinggir sungai dengan kondisi air dangkal. Salah satu saksi sempat berusaha menarik korban, namun gagal karena kuatnya tarikan dari dalam air," ujar Asriadi kepada detikKalimantan, Selasa (31/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian sempat melakukan pencarian. Proses evakuasi berlangsung dramatis setelah salah seorang warga melempar tombak ke arah buaya. Bocah itu kemudian berhasil dilepaskan dari gigitan satwa tersebut.

"Sekitar pukul 17.30 Wita, korban akhirnya ditemukan sejauh kurang lebih 40 meter dari lokasi kejadian," ungkapnya.

Asriadi mengatakan polisi langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Polisi membantu proses evakuasi sekaligus melakukan pengamanan di sekitar tempat kejadian perkara.

Korban sempat dibawa ke fasilitas kesehatan, namun nyawanya tidak tertolong. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan di pemakaman Muslim Gunung Kudung.

"Kami langsung mendatangi lokasi kejadian bersama anggota untuk membantu proses evakuasi dan pengamanan di sekitar TKP. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sungai tersebut mengingat lokasi ini merupakan daerah rawan serangan buaya," ucap dia.

Asriadi menegaskan sebelumnya sudah ada imbauan larangan mandi di sungai tersebut. Hal itu dilakukan karena adanya potensi bahaya dari satwa liar.

"Kami minta masyarakat lebih waspada dan mematuhi imbauan yang sudah dipasang. Keselamatan harus menjadi prioritas, apalagi sebelumnya juga pernah terjadi kejadian serupa di lokasi ini," imbaunya.

"Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati, khususnya saat beraktivitas di wilayah perairan yang menjadi habitat buaya," imbuh Asriadi.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads