Cerita Saksi Mata Temukan Jasad Firman ABK Speedboat Tenggelam

Cerita Saksi Mata Temukan Jasad Firman ABK Speedboat Tenggelam

Oktavian Balang - detikKalimantan
Selasa, 31 Mar 2026 21:35 WIB
Penemuan jasad Firman di Tana Tidung. (Istimewa)
Foto: Penemuan jasad Firman di Tana Tidung. (Istimewa)
Tana Tidung -

Tubuh Firman (25), anak buah kapal (ABK) Speedboat Habibi yang tenggelam di perairan Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung (KTT), Kalimantan Utara, akhirnya ditemukan.

Setelah 13 hari dinyatakan hilang, pemuda asal Tideng Pale Timur itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Penemuan jasad Firman bermula dari ketidaksengajaan rekannya sekaligus juragan speedboat yang tengah melintas membawa penumpang carteran.

Aldi, nakhoda speedboat SB Murray Express 88, menceritakan kisah penemuan jasad Firman kepada detikKalimantan. Saat itu, Aldi sedang dalam perjalanan menuju Tarakan dengan membawa dua orang penumpang. Tiba-tiba, sebuah kapal tugboat yang sedang menarik tongkang melambaikan tangan ke arahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertama saya cuekin, karena saya kan bawa carteran, saya kira dia mau ikut menumpang ke Tarakan. Pas dia bilang ada mayat di belakang yang baru saja dia lewati, saya langsung putar balik mencari mayat itu," cerita Aldi kepada detikKalimantan, Selasa (31/3/2026).

Pencarian singkat selama kurang lebih 10 menit membuahkan hasil. Sekitar 200 meter dari posisi tugboat, Aldi mendapati jasad tersebut mengapung dengan posisi tengkurap dan kondisi tubuh yang sudah membengkak, terbawa arus sungai yang sedang surut menuju arah hilir (Tarakan).

Mengingat dirinya sedang membawa penumpang, Aldi memutuskan untuk melakukan evakuasi awal dengan cara yang aman. Ia mengikatkan tali ke kaki jenazah dari atas speedboat-nya, lalu menariknya perlahan agar jasad tidak semakin jauh terbawa arus atau tersangkut ranting kayu.

"Saya ambil evakuasi awal, saya ikat kakinya, saya amankan, saya tarik mundur sedikit dari pinggiran. Habis itu saya langsung telepon pihak keluarganya di KTT untuk menjemput," ucap Aldi.

Aldi mengaku sangat terkejut saat mengetahui bahwa jasad yang ia amankan adalah rekan seprofesinya. Penemuan ini dianggapnya sebagai jalan takdir, mengingat pencarian resmi sudah dihentikan dan keluarga telah berusaha keras mencarinya.

"Nggak nyangka. Pertama kali itu, almarhum ini teman saya juga, sama-sama anak speedboat, sama-sama seperjuangan. Karena almarhum setengah mati dicari, jadi saya usahakan evakuasi. Itulah namanya takdir," tuturnya.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Tidung, Didik Darmadi, membenarkan kejadian tersebut. Dengan bantuan perahu milik warga setempat, jasad Firman ditarik menuju daratan terdekat. Jenazah kemudian langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut sebelum nantinya diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga.

"Korban pertama kali ditemukan oleh juragan Speedboat SB. MoRi bernama Aldi yang kebetulan sedang melintas. Dari ciri-ciri fisik yang terlihat, dipastikan bahwa itu adalah jasad Firman," ujar Didik dalam laporan resminya.

"Dengan telah dievakuasinya jenazah korban ke rumah sakit, maka operasi pencarian korban tenggelam Speedboat SB. Habibi atas nama Firman secara resmi kami nyatakan selesai," lanjut dia.

Sebelumnya diberitakan, Pencarian Basarnas Sempat Ditutup pada Hari Ke-7. Tragedi Man Overboard (MOB) yang menimpa Firman terjadi pada Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 16.35 Wita. Saat itu, korban terjatuh dari Speedboat Habibi akibat hantaman arus kuat Sungai Sesayap di kawasan Desa Tideng Pale.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads