Demi Energi Abadi untuk Bumi, Jepang Mau Pasang Cincin di Bulan

Internasional

Demi Energi Abadi untuk Bumi, Jepang Mau Pasang Cincin di Bulan

Rachmatunnisa - detikKalimantan
Selasa, 07 Apr 2026 08:00 WIB
Eksplorasi Bulan
Ilustrasi Lunar Ring mengelilingi Bulan/Foto: The Daily Galaxy
Balikpapan -

Jepang sedang mengembangkan ide futuristik yang dikenal sebagai Luna Ring, yakni sabuk panel surya lebih dari 10.000 km yang akan dipasang di garis ekuator Bulan. Tujuan utama Luna Ring adalah untuk menghasilkan energi nyaris abadi bagi Bumi.

Ide futuristik itu dikembangkan perusahaan konstruksi Jepang, Shimizu Corporation, sebagai solusi energi masa depan. Berbeda dengan panel surya di Bumi yang bergantung pada cuaca dan siang hari, di Bulan hampir tidak ada atmosfer, awan, maupun malam di sisi tertentu.

"Energi bisa dihasilkan terus-menerus tanpa henti. Tidak ada awan. Tidak ada malam. Tidak ada bahan bakar fosil," tulis laporan tersebut seperti dikutip detikInet dari The Daily Galaxy.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, energi yang dihasilkan dari panel surya itu nantinya tidak digunakan di Bulan, melainkan dikirim ke Bumi. Caranya cukup unik, listrik akan diubah menjadi gelombang mikro atau laser, lalu ditembakkan ke stasiun penerima di Bumi. Di sana, energi tersebut akan diubah kembali menjadi listrik untuk kebutuhan manusia.

"Jika seluruh energi dari panel di Bulan sampai ke Bumi, kita tidak perlu lagi membakar batu bara, minyak, atau biomassa," ujar Tetsuji Yoshida, Presiden untuk bidang konsultasi luar angkasa Shimizu.

Tetsuji menambahkan potensi proyek yang dirancang menggunakan robot ini sangat besar. Mesin-mesin akan membangun infrastruktur langsung di Bulan, bahkan memanfaatkan tanah Bulan sebagai bahan baku untuk membuat beton, kaca, hingga panel surya itu sendiri.

Pendekatan ini dilakukan untuk mengurangi biaya pengiriman material dari Bumi yang sangat mahal. Namun di balik ambisinya, proyek ini menghadapi tantangan besar, terutama dari sisi biaya dan teknologi.

Terlebih beberapa ahli menilai pembangunan pembangkit listrik di Bulan masih jauh lebih mahal dibanding solusi energi di Bumi. Meski begitu, konsep Luna Ring tetap dianggap sebagai gambaran masa depan energi global, ketika manusia tidak lagi bergantung pada sumber daya terbatas di Bumi.

Jika suatu hari terealisasi, proyek ini bukan hanya akan mengubah cara manusia menghasilkan energi, tetapi juga menandai langkah besar dalam eksplorasi luar angkasa.

Baca selengkapnya di sini.




(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads