Ortu Dimintai Rp 6 Juta saat Daftar di MAN 2 Banjarmasin, Kepsek Bantah

Ortu Dimintai Rp 6 Juta saat Daftar di MAN 2 Banjarmasin, Kepsek Bantah

Khairun Nisa - detikKalimantan
Jumat, 17 Apr 2026 17:30 WIB
MAN 2 Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
MAN 2 Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Banjarmasin -

Dugaan pungutan liar (pungli) pendaftaran siswa baru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mencuat. Sejumlah orang tua siswa dikabarkan dimintai sejumlah biaya saat mendaftarkan anaknya.

IY yang mewakili beberapa orang tua siswa, mengaku dimintai uang sebesar Rp 6 juta untuk biaya pembangunan, dan biaya lain seperti SPP, uang kegiatan, uang mingguan sebesar Rp 10 ribu.

"Saya diminta uang pembangunan kata pihak sekolah sebesar Rp 6 juta, itu harus dibayarkan ketika anak saya diterima di sana, dan tanpa boleh dicicil," ujar Iyan ditemui detikKalimantan, Jumat (17/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iyan merasa keberatan dengan biaya yang dibebankan kepada orang tua siswa sebesar Rp 6 juta tersebut. Sebab, nominal itu langsung ditetapkan oleh pihak sekolah tanpa ada keringanan.

"Saat saya tanyakan apa ada penyesuaian dengan pendapatan orang tua, dari pihak sekolah menjawab semua disamaratakan," bebernya.

Kemudian, Iyan yang merasa janggal dengan pembayaran itu menanyakan apakah pihak Kementerian Agama Provinsi Kalsel sudah mengetahui mengenai penarikan biaya pembangunan tersebut. Pihak sekolah pun menjawab bahwa itu hanya inisiatif dari pihak sekolah.

"Jawaban dari panitia sekolah itu dari Kemenag tidak mengetahui, karena ini inisiatif dari sekolah. Saya makin bingung dengan hal ini," kata Iyan.

Iyan pun mempertanyakan beratnya biaya yang harus ditanggung orang tua siswa saat hendak mendaftarkan anaknya ke jenjang sekolah yang lebih tinggi.

"Dengan kondisi seperti ini, bisa berpotensi membuat anak-anak terhambat memperoleh pendidikan yang layak," tuturnya.

Saat tim detikKalimantan menghubungi Kepala Sekolah MAN 2 Banjarmasin, Abdul Hadi, ia membantah adanya pungutan yang mewajibkan orang tua siswa membayar sebesar Rp 6 juta.

"Tidak ada kita mematok segitu, mungkin saja itu dari orang tua yang memang mau membantu segitu. Kita tidak ada pembiayaan segitu," tegas Abdul Hadi.

Abdul Hadi juga meminta agar orang tua siswa yang merasa dipatok biaya saat pendaftaran agar bisa langsung mengadukan hal itu ke dirinya. Nantinya, ia akan menindak lanjuti terhadap panitia pendaftaran.

"Nanti akan saya tindak lanjuti lagi, dan menanyakan apa isi wawancaranya sehingga dipatok segitu. Itu tidak benar," tutupnya.




(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 



Hide Ads