Perdana Menteri (PM) terpilih Hungaria, Peter Magyar, menegaskan negaranya bakal bersikap tegas terhadap PM Israel Benjamin Netanyahu. Jika Netanyahu masuk ke wilayah negaranya, dia tak segan akan menangkapnya.
Hal ini berkaitan dengan status Netanyahu yang menjadi target perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terkait perang Gaza.
ICC telah menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu. pada November 2024, atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan di Jalur Gaza. Negara-negara anggota ICC pada prinsipnya wajib menahan individu yang menjadi subjek surat perintah penangkapan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tindakan PM baru Hungaria ini berbeda dengan PM sebelumnya yang menolak untuk menangkap Netanyahu saat mengunjungi ibu kota Budapest pada April 2025. Saat itu Viktor Oban masih menjabat sebagai PM, yang merupakan sekutu setia Netanyahu.
Sebelum pertemuan dengan Netanyahu, Orban mengumumkan penarikan Hungaria dari ICC, sebuah proses yang membutuhkan waktu satu tahun untuk diberlakukan berdasarkan statuta ICC, dan menjamin kekebalan untuk Netanyahu.
Magyar yang mengalahkan Orban dalam pemilu pada 12 April lalu dan akan dilantik sebagai PM baru Hungaria pada awal Mei mendatang, seperti dilansir Politico, Selasa (21/4/2026), telah mengumumkan bahwa dirinya akan menghentikan proses penarikan keanggotaan ICC pada 2 Juni.
Tanggal itu menandai setahun setelah Hungaria mengumumkan penarikan resmi kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres.
Ketika ditanya oleh wartawan tentang apa artinya langkah tersebut bagi kunjungan Netanyahu yang dijadwalkan pada musim gugur tahun ini -- PM Israel itu telah menerima undangan Hungaria, Magyar memberikan jawaban tegas.
"Saya telah menjelaskan hal ini kepada Perdana Menteri Israel juga ... pemerintah Tisza (partai yang dipimpin Magyar-red) memiliki niat kuat untuk menghentikan ini dan memastikan bahwa Hungaria akan tetap menjadi anggota ICC," kata Magyar kepada wartawan pada Senin (20/4) waktu setempat.
Dia kemudian memberikan penegasan: "Jika suatu negara adalah anggota ICC dan seseorang yang diburu oleh ICC memasuki wilayah kami, maka orang tersebut harus ditahan."
Baca artikel selengkapnya di sini.
(bai/bai)
