Sederet Wilayah Kalimantan yang Panasnya Nendang Banget 24 Jam Terakhir

Sederet Wilayah Kalimantan yang Panasnya Nendang Banget 24 Jam Terakhir

Nafilah Sri Sagita K - detikKalimantan
Senin, 27 Apr 2026 21:00 WIB
Ilustrasi musim kemarau
Ilustrasi cuaca panas/Foto: Engin Akyurt/Pexels
Banjarmasin -

BMKG mengungkap daftar wilayah dengan suhu tertinggi dalam 24 jam terakhir di Indonesia. Periode pengamatan ini tercatat sejak 26 April pukul 07.00 WIB hingga 27 April pukul 07.00 WIB.

Dikutip detikHealth berdasarkan keterangan resminya di Instagram, BMKG menyebut sejumlah daerah dari berbagai pulau mencatat suhu panas cukup tinggi. Salah satu yang menjadi sorotan adalah wilayah Ciputat, Banten, yang masuk dalam daftar lokasi dengan suhu maksimum harian tertinggi.

Kemudian beberapa titik pengamatan yang mencatat suhu panas tersebut antara lain berada di Balai Besar MKG Wilayah I di Medan, Sumatera Utara. Selain itu, kondisi serupa juga terpantau di sejumlah daerah di Kalimantan seperti Barito Selatan, Barito Utara, Kotawaringin Barat, hingga Banjarbaru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wilayah lain yang turut mencatat suhu tinggi di antaranya Bengkulu, Bandar Lampung, Palu, hingga Banjarmasin. Lalu sejumlah daerah di Pulau Jawa juga masuk dalam daftar, seperti Subang, Semarang, Karanganyar, hingga Malang

Di luar Jawa juga ada wilayah seperti Bulungan di Kalimantan Utara dan Kapuas Hulu di Kalimantan Barat yang mengalami suhu panas cukup signifikan. Prakirawan Cuaca BMKG Rira Damanik menjelaskan tingginya suhu maksimum harian ini dipengaruhi oleh posisi semu matahari yang saat ini berada di sekitar wilayah ekuator. Kondisi tersebut menyebabkan intensitas radiasi matahari yang diterima permukaan bumi menjadi lebih maksimal, terutama pada siang hari.

Fenomena ini juga berkaitan dengan kondisi cuaca yang cenderung cerah, sehingga panas matahari tidak terhalang oleh tutupan awan. BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai risiko dehidrasi hingga heat stress, yakni kelelahan akibat panas. Untuk mengantisipasinya, sebisa mungkin mencegah aktivitas padat di luar ruangan pada jam-jam puncak yakni siang hari.

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, karena paparan panas yang ekstrem ini berisiko menimbulkan masalah kesehatan serius seperti dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat stress), hingga risiko gangguan pernapasan akibat polusi udara yang cenderung meningkat saat kondisi kering," jelas Rira kepada BeritaKlik Senin (27/4//2026).

"Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat untuk selalu menjaga kondisi tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik, menggunakan penutup kepala atau pelindung diri saat beraktivitas di luar ruangan, serta membatasi kontak langsung dengan sinar matahari pada jam-jam puncak," pungkasnya.

Baca selengkapnya di sini.




(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads