Sejumlah penumpang KRL terjepit usai gerbong yang mereka naiki tertabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Para korban terjepit tersebut telah berhasil dievakuasi seluruhnya hingga Selasa (28/4) pagi. Basarnas yang melakukan evakuasi mengungkapkan BeritaKlik-BeritaKlik saat proses evakuasi berlangsung.
Mengutip detikNews, Kepala Basarnas M Syafii menjelaskan setidaknya ada 7 penumpang KRL yang terjepit dan masih hidup. Sejumlah korban itu terjepit di bagian kaki dan masih bisa diajak berkomunikasi.
"Masih bisa (bicara). Sekarang dalam penanganan medis sehingga mereka yang mengalami rasa sakit yang berlebihan langsung ditangani secara medis, karena memang kondisi khususnya kaki dalam kondisi terjepit," ungkap Syafii, Selasa (28/4) dini hari di lokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syafii mengatakan evakuasi sempat mengalami kendala lantaran kondisi material logam kedua kereta. Butuh penanganan khusus untuk membuka akses agar para korban bisa ditarik keluar.
"Dengan peralatan normal tak mungkin kita lakukan, sehingga kita membutuhkan alat khusus yang biasa digunakan dalam logam khususnya yang ada di material gerbong," ujarnya.
Kendala lainnya, lanjut Syafii, jumlah petugas yang bisa melakukan evakuasi ke dalam badan kereta terbatas. Hanya maksimal 25 orang yang bisa masuk untuk evakuasi.
"Space untuk melakukan tindakan jadi kita melakukan tindakan dari luar juga ada kesulitan tersendiri kemudian dari dalam volume gerbong itu juga terbatas sehingga di dalam tak lebih 25 orang dan itu tercampur material lokomotif dan gerbong," tuturnya.
Basarnas melakukan evakuasi dalam kondisi gerbong KRL tetap pada tempatnya, tidak dipindahkan atau digeser, mengingat masih ada korban yang hidup.
"Kita tak akan melakukan pergeseran karena masih ada korban yang masih bisa kita ajak komunikasi dalam kondisi hidup, karena tak kepingin ada pergerakan sehingga memperburuk kondisi korban, karena itu ktia pastikan laksanakan sampai bisa memisahkan badan korban dengan material yang menghimpit," jelasnya.
Per pukul 07.00 WIB, Basarnas melaporkan seluruh korban yang masih hidup telah berhasil dievakuasi. Namun, mereka masih melanjutkan pencarian untuk menemukan kemungkinan adanya korban lain yang terjebak.
Menurut data KAI, 7 orang meninggal dunia dalam kejadian ini dan 81 lainnya luka-luka. Para korban meninggal dan luka tersebar di 9 rumah sakit di Bekasi, salah satunya RSUD Kota Bekasi.
(des/des)
