Limbah Oli Cemari Sungai Kampung Bugis Tarakan, PDAM Akui Rugi Ratusan Juta

Limbah Oli Cemari Sungai Kampung Bugis Tarakan, PDAM Akui Rugi Ratusan Juta

Oktavian Balang - detikKalimantan
Minggu, 10 Mei 2026 08:00 WIB
Dugaan limbah oli bekas di Sungai Kampung Bugis, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat.
Limbah oli bekas di Sungai Kampung Bugis, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat. Foto: Dok. PDAM Tirta Alam Kota Tarakan
Tarakan -

Limbah oli bekas yang mencemari Sungai Kampung Bugis di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), berdampak pada pasokan air ribuan warga. Pasalnya, sungai tersebut merupakan sumber air baku Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM Tirta Alam Tarakan. Tak hanya berdampak ke warga, PDAM pun disebut mengalami kerugian hingga ratusan juta.

Manajer Produksi PDAM Tirta Alam Kota Tarakan Sunarto mengatakan imbas dari pencemaran parah ini membuat perusahaan terpaksa menghentikan total produksi air bersih.

"Saya mendapatkan info pertama kali dari WA Grup Perumda Tirta Alam Tarakan tepatnya jam 18.07 Wita. Dampaknya luar biasa, kita tidak bisa produksi air. Berarti kerugian kita itu hampir ratusan juta (rupiah)," ungkap Sunarto, Sabtu (9/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merespons kondisi darurat tersebut, Sunarto mengaku langsung berkoordinasi dengan tim internal sebelum akhirnya melaporkan kasus dugaan pembuangan limbah ini ke pihak kepolisian.

"Setelah koordinasi dengan Asisten Manajer Air Baku, Pengolahan, dan Laboratorium, langsung saya berikan kesimpulan. Saya laporkan ke Polres Tarakan tadi malam. Dari setengah tiga pagi itu saya baru pulang untuk memberikan keterangan klarifikasi terkait pencemaran sungai ini," tegas Sunarto.

Pihak PDAM Tirta Alam Kota Tarakan juga merilis Informasi Gangguan Pelayanan bagi masyarakat. Distribusi air bersih ke pelanggan yang berada di bawah wilayah layanan IPA Kampung Bugis terpaksa dihentikan sementara.

"Penghentian ini akan terus berlangsung hingga proses sterilisasi dan penanganan pencemaran limbah oli di sungai selesai dilakukan," demikian keterangan resmi dari akun Instagram PDAM Kota Tarakan.

Untuk menyiasati terhentinya pasokan air bersih sementara waktu, pihak PDAM mengeluarkan imbauan kepada warga yang terdampak seperti Menampung air hujan apabila terjadi hujan di wilayah masing-masing sebagai alternatif air darurat.

"Menghemat ketersediaan air yang saat ini masih ada di tandon penampungan rumah. Jadi dimohon untuk apabila terjadi hujan menampung air hujan. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini," lanjutnya.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads