Masjid Al-Jihad Banjarmasin Akan Sembelih 103 Sapi Kurban Dibantu 500 Relawan

Masjid Al-Jihad Banjarmasin Akan Sembelih 103 Sapi Kurban Dibantu 500 Relawan

Khairun Nisa - detikKalimantan
Selasa, 26 Mei 2026 07:00 WIB
Masjid Al Jihad Banjarmasin. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Foto: Masjid Al Jihad Banjarmasin. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Banjarmasin -

Di tahun 2026, Masjid Al-Jihad Banjarmasin bakal menyembelih 103 sapi kurban. Ribuan kupon daging kurban dibagikan untuk masyarakat sekitar.

"Tahun ini kami akan menyembelih 103 sapi dan 3 ekor kambing. Dibantu dengan 500 relawan panitia terdiri dari unsur pemuda, maupun tim ahli yang sudah tersertifikasi," ujar Ketua Pengurus Masjid Al-Jihad, Taufik Hidayat saat dihubungi detikKalimantan, Senin (25/5/2026).

Pelaksanaan pemotongan hewan kurban akan digelar pada Kamis (28/5), atau hari kedua Idul Adha. Pemotongan diharapkan selesai dalam satu hari. Pihaknya menambah enam alat pencacah tulang, dan dua alat untuk menjatuhkan sapi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan harapan bisa mempercepat proses penyembelihan, sehingga target satu hari selesai bisa tercapai," harap Taufik.

Untuk menjaga standar halal, Taufik memastikan tim ahli yang tergabung dalam Juru Sembelih Halal (Juleha) sudah memiliki sertifikat. Taufik ingin warga yang berkurban di Masjid Al-Jihad tidak perlu khawatir dengan standar halal penyembelihan.

Terkait biaya berkurban, Taufik menjelaskan setiap orang berbeda-beda. Tergantung besaran sapi yang dipilih masing-masing orang berkurban.

"Biayanya mulai dari Rp 2,6 juta hingga Rp 3,2 juta. Semua tergantung sapi yang dipilih," jelas Taufik.

Masjid Al-Jihad menyediakan 10.300 kupon. Masyarakat yang berkurban mendapat 12 kupon untuk dibagikan ke kerabat. Kemudian ada sekitar 2.000 kupon dibagikan untuk masyarakat sekitar masjid, dan sisanya akan dibagikan tanpa kupon jika masih ada sisa.

"Ada pula nantinya jika masih lebihan akan kita simpan di penyimpanan Al-Jihad untuk menjadi bahan baku menu berbuka puasa Senin-Kamis di sini," tutur Taufik.

Mengenai limbahnya, Taufik menegaskan sudah menjalin komunikasi dengan Perusahaan Daerah Pengelolaan Air Limbah (PD PAL). "Terkait pengelolaan limbah, kita kumpulkan untuk yang darahnya dibuat dalam plastik dan akan dikelola oleh PD PAL, kita sudah komunikasi, mereka yang memfasilitasi agar limbah itu benar-benar diarahkan menjadi tepat sasaran," pungkas Taufik.




(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads