Warga Kobar Resah Ada Buaya Terlihat di Pantai Kubu

Warga Kobar Resah Ada Buaya Terlihat di Pantai Kubu

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Minggu, 31 Mei 2026 13:07 WIB
Ilustrasi foto spanduk peringatan waspada buaya di Kalteng. (Sigit Pamungkas/detikKalimantan)
Foto: Ilustrasi foto spanduk peringatan waspada buaya di Kalteng. (Sigit Pamungkas/detikKalimantan)
Kotawaringin Barat -

Pengunjung dan warga Pantai Kubu di Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng dibuat resah setelah melihat seekor buaya berada di sekitaran pantai pada Sabtu (30/6/2026) sore.

Penampakan buaya terekam kamera pengunjung yang jaraknya sekitar 50-100 meter dari bibir pantai. Dalam video, samar-samar terlihat buaya sesekali mengapung di atas air dekat Pantai Kubu.

"Kemarin sore saya ke Pantai Kubu, tak sengaja saat merekam di pantai terlihat sosok buaya mengapung dengan jarak 50-100 meter dari bibir pantai," ujar Indra, salah seorang pengujung Pantai Kubu, kepada detikKalimantan sambil memperlihatkan videonya, Minggu (31/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, Pantai Kubu dikenal ramai pengunjung dengan pemandangan matahari terbit yang memukau. Pantai ini juga menjadi pintu gerbang pelabuhan bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Pulau Wisata Tanjung Keluang.

Mengingat hal tersebut, usai muncul temuan buaya di lingkungan pantai, warga Desa Kubu langsung melakukan antisipasi dengan terus memantau pergerakan buaya tersebut. Warga juga melaporkan ke pihak terkait.

"Setelah kemarin heboh kita langsung melapor ke pihak perangkat desa dan melaporkan ke BKSDA Kalteng SKW 2 Pangkalan Bun," ujar warga Desa Kubu, Adam.

Mengetahui hal tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Kalteng mengimbau warga untuk waspada selama berada di wilayah pantai. Dijelaskan oleh Pengelola Ekosistem Laut & Pesisir Ahli Pertama KKP Kalteng, Prio Sambodo, laporan warga Desa Kubu telah diterima dan pihaknya tengah memantau kondisi satwa tersebut.

"Iya Pak sudah masuk laporannya kemarin dari masyarakat. Untuk saat ini masih dipantau karena memang habitat buaya muara hingga perairan laut. Kalaupun ditangkap dan dirilis di lokasi lain, pasti akan kembali melewati daerah sana," ujar Prio.

Ia melanjutkan, saat ini pihaknya sedang mengajukan kepada pihak KKP Provinsi untuk mencetak spanduk peringatan waspada buaya sebagai antisipasi.

"Masyarakat diharapkan untuk tidak membuang sampah basah dan organik di sekitar pantai supaya tidak menarik buaya naik ke tepi," imbaunya.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads