Lahan Kosong di Tarakan Longsor Akibat Hujan, Jalan Tertimbun Lumpur 2 Meter

Kalimantan Utara

Lahan Kosong di Tarakan Longsor Akibat Hujan, Jalan Tertimbun Lumpur 2 Meter

Oktavian Balang - detikKalimantan
Rabu, 03 Jun 2026 14:38 WIB
Longsor di Kelurahan Juata Kerikil, Tarakan.
Foto: Longsor di Kelurahan Juata Kerikil, Tarakan (Dok. BPBD Kota Tarakan)
Tarakan -

Hujan deras yang mengguyur Kota Tarakan, Kalimantan Utara pada Rabu (3/6) dini hari mengakibatkan bencana tanah longsor di Jalan Rimba Raya RT 03, Kelurahan Juata Kerikil, Kecamatan Tarakan Utara. Material lumpur setinggi lebih dari 2 meter menutupi akses jalan utama warga.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan Yonsep turun ke lokasi untuk memimpin percepatan penanganan dan evakuasi material yang menutup badan jalan.

"Karena jalan itu kan satu-satunya akses jalan masyarakat. Jadi karena dapat menghambat aktivitas, kita perlu cepat berkoordinasi dengan semua stakeholder yang ada," ujar Yonsep kepada detikKalimantan, Rabu (3/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Longsoran tanah yang berasal dari lahan kosong di bagian atas jalan tersebut memiliki panjang sebaran dampak mencapai 25 hingga 30 meter. Ketebalan lumpurnya pun menumpuk hingga 2 meter lebih.

"Untuk mempercepat pembukaan akses, sebanyak 70 personel gabungan dikerahkan ke titik lokasi tepat di belakang CV Bumix. Kalau dari BPBD sekitar 27 orang turun. Dibantu oleh PU sekitar 20 orang, ditambah kepolisian, TNI, PDAM, dan pihak Bumix. Keseluruhan yang terlibat langsung di lapangan sekitar 70-an orang," rincinya.

Mengingat ketebalan material yang menutup jalan, evakuasi dilakukan menggunakan alat berat jenis ekskavator. Setelah bongkahan tanah berhasil disingkirkan, jalanan dan area drainase disemprot menggunakan air dari armada PDAM agar sisa lumpur tidak membahayakan pengendara.

"Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini," terangnya.

Warga sempat dialihkan melalui jalur alternatif meski harus memutar lebih jauh selama proses pembersihan berlangsung. Untuk mengantisipasi potensi longsor susulan, BPBD telah memanggil pemilik lahan kosong tersebut untuk mengambil langkah mitigasi awal.

"Pemilik lahan itu kita minta berpartisipasi membeli kayu untuk menahan laju jika ada longsoran baru, karena ada potensi di situ. Yang bersangkutan bersedia, makanya tadi langsung menggunakan alat berat untuk memancang kayu penahan," pungkasnya.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads