Penampakan Tengkorak di Bawah Jembatan Sampit yang Diduga Bukan Manusia

Kalimantan Tengah

Penampakan Tengkorak di Bawah Jembatan Sampit yang Diduga Bukan Manusia

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Senin, 08 Jun 2026 19:59 WIB
Penemuan tengkorak di Sampit, Kotawaringin Timur yang diduga bukan manusia. (dok Istimewa)
Foto: Penemuan tengkorak di Sampit, Kotawaringin Timur yang diduga bukan manusia. (dok Istimewa)
Kotawaringin Timur -

Tengkorak dan kerangka yang ditemukan di bawah jembatan Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng) diduga bukan dari jasad manusia. Seperti apa penampakan tengkorak tersebut?

Untuk diketahui, kerangka tersebut ditemukan di bawah jembatan Jalan Bumi Raya I, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur pada Senin (8/6/2026) siang. Aparat pun segera mengecek ke lokasi.

Kapolsek Baamang, Iptu Helmi Hamdani mengatakan hasil pengecekan awal disimpulkan bahwa tengkorak tersebut berasal dari jasad binatang. Salah satu yang membedakan adalah bentuk kepala yang berbeda dengan manusia umumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena bentuk kerangka kepalanya sangat berbeda dengan kerangka kepala manusia pada umumnya," ujar Iptu Helmi kepada detikKalimantan, Senin (8/6/2026) malam.

Dia menyebut salah satu kemungkinannya adalah tengkorak orang utan. Meski demikian, pihaknya tetap membawa kerangka tersebut ke RSUD dr Murjani Sampit guna menjalani pemeriksaan mendalam.

"Ya untuk lebih memastikan lagi," ujarnya lagi.

Diberitakan sebelumnya, warga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah dibuat geger setelah sebuah tengkorak ditemukan di bawah kolong jembatan Sampit pada Senin (8/6/2026) siang. Bentuknya yang menyerupai tengkorak manusia sempat memicu kepanikan dan spekulasi di tengah masyarakat.

Kapolsek Baamang, Iptu Helmi Hamdani, membenarkan bahwa hasil penyelidikan sementara menunjukkan tulang yang ditemukan bukan kerangka manusia, melainkan binatang. Meski demikian, identifikasi lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan jenis satwa tersebut.

"Berdasarkan hasil analisa sementara, yang pasti tengkorak bukan manusia. Itu binatang, dugaan kuat tengkorak orang utan," ujarnya, Senin (8/6/2026).

Tengkorak kemudian dievakuasi ke RSUD dr Murjani Sampit guna menjalani pemeriksaan mendalam. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi sembari menunggu hasil resmi dari tim identifikasi.

Sebelum temuan ini, sejumlah warga mengaku sudah beberapa waktu terakhir mencium bau tidak sedap saat melintas di sekitar kolong jembatan. Namun, mereka tidak mengetahui sumber bau tersebut hingga akhirnya dilakukan pengecekan oleh petugas.

Ketua RT setempat, Ramadani, mengatakan tidak ada laporan warga hilang maupun kejadian mencurigakan di lingkungan tersebut.

"Kawasan itu memang berada dekat habitat satwa liar sehingga kemunculan orang utan maupun beruang bukan hal yang asing bagi warga sekitar," ujar dia.




(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads