Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berencana menghadirkan layanan berhenti merokok di seluruh puskesmas. Program ini disiapkan untuk membantu masyarakat yang ingin lepas dari kebiasaan merokok, terutama bagi mereka yang mengalami ketergantungan nikotin.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Saptiko mengatakan, menghentikan kebiasaan merokok bukan perkara mudah. Karena itu, diperlukan layanan khusus yang dapat mendampingi masyarakat selama proses berhenti merokok.
Kalau ingin berhenti merokok memang tidak mudah. Karena itu perlu pelayanan khusus agar mereka bisa berhenti secara lebih kondusif.Kepala Dinas Kesehatan Pontianak Saptiko |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, layanan tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian terapi medis, tetapi juga mencakup pendampingan psikologis. Setiap peserta akan menjalani proses wawancara untuk mengidentifikasi tingkat ketergantungan dan hambatan yang dihadapi selama upaya berhenti merokok.
"Nanti ada wawancara secara psikologis, kemudian dilakukan pendampingan. Kami juga memberikan obat-obatan untuk membantu mengurangi efek saat berhenti merokok," ujarnya.
Saptiko menjelaskan, program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus menekan risiko penyakit yang berkaitan dengan konsumsi rokok.
Meski demikian, layanan berhenti merokok saat ini belum tersedia di seluruh puskesmas. Fasilitas tersebut masih terpusat di rumah sakit.
"Kalau di semua puskesmas belum ada, saat ini masih di rumah sakit," katanya.
Dinas Kesehatan Kota Pontianak kini tengah menyiapkan mekanisme pelaksanaan, tenaga pendamping, serta sarana pendukung sebelum layanan tersebut diterapkan secara bertahap di seluruh puskesmas.
Dengan adanya layanan ini, kata Saptiko, masyarakat yang ingin berhenti merokok diharapkan dapat memperoleh pendampingan profesional yang lebih mudah diakses melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama.
(des/des)