Pemkot Pontianak Tanggung Biaya Pengobatan Jemaat Gereja Korban Keracunan

Kalimantan Barat

Pemkot Pontianak Tanggung Biaya Pengobatan Jemaat Gereja Korban Keracunan

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Selasa, 09 Jun 2026 22:56 WIB
Puluhan jemaat Gereja Stella Maris keracunan makanan.
Puluhan jemaat Gereja Stella Maris keracunan makanan. Foto: Dok. Polsek Pontianak Utara
Pontianak -

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak memastikan seluruh biaya pengobatan korban dugaan keracunan makanan usai kegiatan keagamaan di Gereja Stella Maris akan ditanggung sepenuhnya. Kebijakan itu diberikan untuk memastikan para korban mendapatkan penanganan medis tanpa terbebani biaya perawatan.

Direktur RSUD Pontianak Utara drg Nuzulisa mengatakan, hingga Selasa (9/6/2026), sedikitnya 58 orang telah mendapatkan penanganan medis akibat mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, sakit perut, hingga pusing.

"Seluruh biaya perawatan pasien terdampak akan ditanggung oleh Pemerintah Kota Pontianak," katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nuzulisa menjelaskan kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh korban yang menjalani perawatan, termasuk pasien yang berasal dari luar wilayah Kota Pontianak. Menurutnya, sejumlah korban diketahui tidak hanya berasal dari Pontianak, tetapi juga dari Kabupaten Mempawah, wilayah Jungkat, hingga Kecamatan Segedong.

"Pemkot Pontianak sudah menyampaikan bahwa seluruh pembiayaan akan ditanggung tanpa memandang domisili pasien," ujarnya.

Nuzulisa mengatakan sebagian pasien telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik. Namun hingga kini masih ada puluhan pasien yang menjalani observasi dan perawatan lanjutan di rumah sakit.

Pihak rumah sakit terus memberikan terapi cairan dan pengobatan untuk mengatasi gejala yang dialami pasien, sekaligus mencegah terjadinya dehidrasi akibat muntah dan diare.

Sementara itu, penyebab pasti insiden yang menimpa puluhan jemaat tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Sampel makanan yang diduga menjadi sumber keracunan telah dikirim untuk diuji.

Ia juga memastikan Pemkot Pontianak bersama Dinas Kesehatan juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi korban serta proses investigasi guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads