Insiden jatuhnya remaja berinisial ZAS (15) di Masjid Raya Darussalam Palangka Raya masih diselidiki polisi. Korban yang merupakan anak berkebutuhan khusus ini diketahui pernah mengalami insiden serupa pada 2025 lalu, yakni jatuh dari balkon rumahnya.
Hal tersebut diungkapkan Kasatreskrim Polresta Palangka Raya AKP Eka Palti. Korban saat itu diduga melompat dari balkon rumahnya dan mengalami luka-luka.
"Polisi juga menemukan informasi bahwa pada 2025 lalu, korban pernah mengalami insiden serupa dengan melompat dari balkon rumahnya. Saat itu ia selamat, namun mengalami luka pada bagian wajah," jelas Eka melalui pesan singkat kepada detikKalimantan, Jumat (12/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh, keluarga menyebut korban pernah didiagnosis mengalami radang otak pada 2023 silam. ZAS juga diketahui memiliki riwayat skizofrenia, gangguan kesehatan mental yang dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam membedakan realitas dan khayalan.
Dari keterangan yang dihimpun penyidik, korban sebelumnya diketahui datang ke Menara Darussalam dan berniat naik ke lantai 15. Meski sempat tidak diizinkan oleh petugas, korban disebut tetap memaksa untuk naik.
Sekitar 30 menit kemudian, saksi menerima informasi bahwa korban diduga melompat dari lantai tersebut. Eka mengatakan penyelidikan masih terus berlangsung guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
"Saat ini masih dalam proses pendalaman apabila ditemukan unsur kelalaian atau tindak pidana lainnya," jelasnya.
Berdasarkan pemeriksaan RSUD dr Doris Sylvanus, korban diperkirakan telah meninggal sekitar dua jam sebelum tiba di rumah sakit. Penyebab kematian diduga akibat jatuh dari ketinggian yang menimbulkan cedera fatal.
"Trauma di bagian kepala menyebabkan korban tewas di tempat," kata Eka.
Sementara itu, Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto menyampaikan pihaknya bersama Polresta Palangka Raya tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang difokuskan pada lift dan lantai 15 menara Masjid Raya Darussalam Palangka Raya. Polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa sandal yang dipakai korban serta sisa minuman yang dibeli.
"Siang tadi tim telah melakukan olah TKP fokus di lift lantai 15 di mana korban terjatuh dan ditemukan sepasang sandal dan sisa minuman yang dibeli," jelas Iyudi.
ZAS sendiri diketahui memiliki kebutuhan khusus. Karena kondisinya tersebut, ZAS tidak lagi bersekolah. Polisi sendiri belum dapat meminta keterangan pada orang tua korban karena masih terpukul.
"Ya statusnya sudah bukan pelajar lagi. Orangtuanya pingsan dan syok berat hingga saat ini. Kemarin anggota mau wawancara agak panjang tidak tega," ujarnya.