Pemuda di Kobar Tewas Usai Tenggak Obat Pembasmi Rumput

Pemuda di Kobar Tewas Usai Tenggak Obat Pembasmi Rumput

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Senin, 15 Jun 2026 09:04 WIB
Ilustrasi perkebunan sawit
Ilustrasi perkebunan sawit/Foto: Oktavian Balang/detikKalimantan
Kotawaringin Barat -

Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Pemuda berinisial MZ, karyawan swasta di Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, ditemukan tergeletak di area kebun sawit pada Minggu (14/6/2026) malam. Ia diduga menenggak obat pembasmi rumput.

Awalnya, keluarga korban menyadari MZ tidak berada di rumah. Kecurigaan muncul ketika sang paman yang pulang sekitar pukul 18.00 WIB, berulang kali memanggil korban, namun tidak mendapat respons.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pencarian kemudian dilakukan di sekitar rumah. Saat itulah keluarga korban menemukan tumpahan cairan obat pembasmi rumput di lantai ruang tengah. Temuan tersebut membuat keluarga semakin khawatir dan segera meminta bantuan warga serta Ketua RT setempat.

Warga bergerak melakukan penyisiran di sekitar lingkungan hingga ke area kebun sawit yang berada di belakang permukiman. Upaya itu membuahkan hasil setelah korban ditemukan sekitar 150 meter dari rumahnya.

"Saat ditemukan, kondisi korban sangat memprihatinkan. Ia tergeletak di tanah dengan mulut mengeluarkan busa dan masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan," ujar seorang warga, Edy, Senin (15/6/2026) pagi.

Tanpa menunggu lama, warga langsung mengevakuasi korban ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, perjuangan tim medis tidak mampu menyelamatkan nyawa korban. Setelah menjalani penanganan di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.

Kapolres Kotawaringin Barat melalui Kapolsek Arut Selatan AKP Ratno membenarkan peristiwa tersebut. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, dan mengamankan barang bukti.

"Petugas mengamankan satu jerigen racun Roundup berisi lima liter serta satu unit telepon genggam milik korban. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai syariat Islam," ujar AKP Ratno.

"Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif korban nekat bunuh diri. Dan jika ada jejak pidana lain akan kami telusuri," imbuhnya.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar yang tidak menyangka pencarian terhadap korban berakhir dengan kabar kehilangan yang tragis.




(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads