Keluarga Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat membentangkan nilai rapor hasil kepemimpinan Muhidin-Hasnuryadi 2025-2026. Keduanya dinilai Tidak Lulus dalam kepemimpinan.
Pantauan detikKalimantan di lapangan, ada kelompok nilai yang tertulis. Pertama, Kelompok A yang tertulis mengenai Tata Kelola Pemerintahan dan Transportasi yang diisi dengan poin Pencegahan Politik Dinasti dan Nepotisme dengan nilai -100, kemudian poin kedua Pengelolaan Konflik Kepentingan dan Merit System.
Kedua, pada Kelompok B berisikan Pelayanan Publik dan Kesejahteraan, yang memuat poin-poin Pemerataan Layanan Kesehatan dengan nilai -85, Akses Pendidikan dan Revitalisasi Sekolah dengan nilai -90, Penuntasan Kemiskinan -80.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga, pada Kelompok C yang berfokus pada Lingkungan dan Infrastruktur, Muhidin-Hasnur kembali mendapat nilai mines dan rapor merah. Pada kelompok C ini memuat Pengawasan Pertambangan dengan nilai -100, Penanganan Deforestasi dan Krisis Ekologis dengan nilai -95, Pengelolaan Kawasan Meratus dengan nilai -80, dan Pemerataan Infrastruktur Dasar Pedalaman dengan nilai -90.
Pada Kelompok D, ada dua poin yang menarik perhatian. Satu diantaranya berwarna hijau, namun poin lain masih berwarna merah seperti poin lainnya. Pada poin pertama Kelompok D berisikan Pencapaian Visi Kalsel Bekerja memperoleh nilai -90, dan pada poin kedua Kelompok D yang berisikan muatan lokal justru memiliki nilai tinggi.
Isinya sendiri merupakan:
a. Melemahnya Kepercayaan Publik dengan nilai 95
b. Meningkatnya Risiko Bencana Ekologis dengan nilai 98
c. Kesenjangan Pembangunan Antar Wilayah dengan nilai 90
Secara keseluruhan, penilaian terhadap kepemimpinan Muhidin-Hasnur dinyatakan Gagal Total dan Tidak Lulus dari kepemimpinan setelah menelaah seluruh kriteria dari hasil kinerja.
"DPRD dan Pemerintah yang seharusnya menjadi jembatan penyampaian aspirasi justru terkesan diam. Pemerintah jangan diam, suarakan," ujar Plt Ketua BEM ULM Satria Bima.
Hasil rapor ini pun dipajang di depan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Selatan. Menampilkan kekecewaan massa aksi terhadap kepemimpinan Muhidin-Hasnur. Mahasiswa turut meminta kehadiran Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK di hadapan massa aksi.
"Supian mana, Supian mana. Ayo Supian keluar," teriak massa aksi.
(des/des)
