2 Pemotor di Kutim Tewas Terbakar Usai Bertabrakan

2 Pemotor di Kutim Tewas Terbakar Usai Bertabrakan

Muhammad Budi Kurniawan - detikKalimantan
Senin, 22 Jun 2026 14:42 WIB
Kecelakaan maut terjadi di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim)
Evakuasi korban kecelakaan di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim)/Foto: Istimewa
Kutai Timur -

Kecelakaan maut terjadi di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Dua pengendara motor, Selmi Lovianti Malute (22) dan Baso Patahuddin (36) tewas setelah kendaraan mereka bertabrakan dan terbakar.

"Benar telah terjadi laka yang mengakibatkan dua korban meninggal dunia. Personel Polsek Bengalon telah mendatangi lokasi, mengamankan TKP, melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, serta mengevakuasi korban," kata Kapolsek Bengalon AKP Helmi dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).

Kecelakaan terjadi di Jalan Poros Bengalon-Sangatta, tepatnya di dekat Simpang Perdau, Desa Sepaso Selatan, Senin (22/6) pagi. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kecelakaan bermula saat Yamaha Vixion yang dikendarai Baso melaju dari arah Sangatta menuju Bengalon. Saat melintas di tikungan landai, pengendara diduga berusaha menghindari lubang di badan jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, saat melakukan manuver tersebut, motor Vixion diduga kehilangan kendali dan masuk ke jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, Honda Genio yang dikendarai Selmi melaju dari arah Bengalon menuju Sangatta.

"Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan frontal tidak dapat dihindari," ujarnya.

Benturan keras membuat kedua pengendara terjatuh ke badan jalan. Tak lama kemudian, diduga terjadi kebocoran bahan bakar yang tersulut percikan api akibat benturan hingga menyebabkan dua sepeda motor terbakar.

"Warga sekitar berupaya memberikan pertolongan dan memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Setelah api berhasil dipadamkan, kedua korban dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat," terangnya.

Namun, akibat luka bakar yang sangat parah, kedua pengendara dinyatakan meninggal dunia. Helmi menyebut hasil penyelidikan awal mengarah pada faktor kelalaian pengendara saat menghindari lubang di badan jalan.

"Faktor manusia masih menjadi penyebab utama yang kami temukan dari hasil penyelidikan awal. Pengendara diduga kurang berhati-hati saat melakukan manuver menghindari lubang sehingga masuk ke lajur berlawanan," jelasnya.

Saat ini, Unit Laka Lantas bersama Polsek Bengalon masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan juga telah diamankan sebagai barang bukti.

Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara, menjaga kecepatan sesuai kondisi jalan, serta tidak melakukan manuver mendadak yang berpotensi memicu kecelakaan.

"Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu fokus dan berhati-hati saat berkendara," tegas Helmi.




(sun/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads