Arti Bhayangkara dan Mengapa Lekat dengan Polri? Ini Sejarah di Baliknya

Arti Bhayangkara dan Mengapa Lekat dengan Polri? Ini Sejarah di Baliknya

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Rabu, 01 Jul 2026 06:00 WIB
Logo HUT ke-80 Bhayangkara
Logo HUT ke-80 Bhayangkara. Foto: Dok. Polri
Balikpapan -

Hari Bhayangkara sebagai hari jadi Kepolisian Negara Republik Indonesia dirayakan setiap 1 Juli. Bhayangkara merupakan identitas Kepolisian RI yang diserap ke berbagai satuan di lingkungan Polri. Namun, banyak yang belum tahu, apa sebenarnya makna Bhayangkara?

Istilah Bhayangkara sudah lama digunakan, bahkan telah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Terdapat makna soal keberanian, kesetiaan, serta pengabdian kepada negara yang terkandung dalam Bhayangkara.

Secara etimologis, kata Bhayangkara berasal dari bahasa Jawa Kuno yang mendapat pengaruh bahasa Sanskerta. Kata ini tersusun dari dua unsur, yakni bhaya yang berarti bahaya, ancaman, rasa takut, atau sesuatu yang harus diwaspadai, serta kara atau karaṇa yang bermakna pelaksana, penyebab, atau pihak yang melakukan suatu tindakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bhayangkara di sini diartikan sebagai pelindung keamanan, penjaga ketertiban, sekaligus pengayom masyarakat. Filosofi tersebut kemudian menjadi nilai dasar yang dipertahankan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Pasukan Bhayangkara Majapahit

Istilah Bhayangkara pertama kali dikenal pada masa Kerajaan Majapahit. Menurut sejumlah sumber, Raja Jayanegara membentuk sebuah pasukan pengawal kerajaan yang diberi nama Pasukan Bhayangkara.

Pasukan ini merupakan satuan elite yang punya tugas khusus menjaga keselamatan raja, keluarga kerajaan, serta pusat pemerintahan dari ancaman pemberontakan maupun serangan musuh, seperti yang dikutip dari laman polri.go.id.

Keanggotaan Pasukan Bhayangkara tidak sembarangan. Mereka dipilih berdasarkan keberanian, kemampuan bertempur, kecerdasan, loyalitas, serta kesetiaan kepada kerajaan. Karenanya Bhayangkara merupakan sebutan bagi prajurit terbaik yang dipercaya menjalankan tugas paling penting dalam menjaga stabilitas negara.

Nama Bhayangkara semakin dikenal ketika Gajah Mada bergabung dalam pasukan tersebut. Saat terjadi Pemberontakan Ra Kuti pada 1319, Gajah Mada berhasil menyelamatkan Raja Jayanegara sehingga memperoleh kepercayaan besar dari kerajaan. Keberhasilan itu adalah awal dari perjalanannya hingga akhirnya diangkat sebagai Mahapatih Majapahit.

Bhayangkara dan Identitas Polri

Setelah Kepolisian Negara berdiri pada 1 Juli 1946, Polri mengadopsi istilah Bhayangkara sebagai identitas korps. Nama tersebut diambil dari Pasukan Bhayangkara pada masa Kerajaan Majapahit yang bertugas melindungi raja dan menjaga keamanan kerajaan.

Menurut penjelasan resmi Polri, pemilihan istilah itu dimaksudkan sebagai simbol pengabdian, keberanian, kesetiaan, serta tanggung jawab dalam menjaga keamanan negara dan melindungi masyarakat. Oleh sebab itu, semangat Bhayangkara menjadi jati diri kepolisian Indonesia.

Secara hukum, tugas Polri sendiri diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Dalam undang-undang tersebut ditegaskan bahwa tugas pokok Polri adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Ketiga fungsi inilah yang dianggap selaras dengan filosofi Bhayangkara sebagai penjaga keamanan dan pelindung rakyat.

Itulah penjelasan mengapa Bhayangkara lekat dengan Polri. Hari Bhayangkara diperingati setiap tahunnya sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa kepolisian dalam menjaga keamanan negara.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Keren! Saat Foto Prabowo Dikibarkan Penerjun Payung Polri di Langit Cikeas"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads