Ratusan pelayat mengiringi upacara pemakaman Aiptu Anumerta Yudhie Perdana Putra pada Sabtu (4/7) di Kelurahan Kasongan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Upacara digelar untuk memberikan penghormatan terakhir kepada anggota Polri yang gugur saat menjalankan tugas dalam penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kamis (2/7) lalu.
Sejak pagi, keluarga, kerabat, warga, serta personel kepolisian terus berdatangan ke rumah duka di Jalan Semangka, Kasongan. Tepat sekitar pukul 11.00 WIB, jenazah diberangkatkan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kasongan Baru di Jalan Pilau.
Sekitar pukul 12.00 WIB, prosesi pemakaman secara kedinasan kepolisian dimulai. Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono selaku inspektur upacara. Seluruh personel memberikan penghormatan terakhir dengan sikap sempurna kepada rekan mereka yang telah gugur. Puncak penghormatan berlangsung saat tembakan salvo menggema di area pemakaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengatakan, pemakaman secara kedinasan merupakan bentuk penghargaan negara kepada anggota Polri yang telah mengabdikan diri hingga akhir hayat.
"Hari ini kami mengantarkan rekan sekaligus saudara kami, Aiptu Anumerta Yudhie, ke tempat peristirahatan terakhir dengan upacara pemakaman secara kedinasan sebagai bentuk penghormatan negara atas pengabdian dan jasa beliau kepada institusi Polri dan masyarakat," ujar Dodik, Sabtu (4/7/2026).
Dodik menegaskan, almarhum merupakan sosok anggota Polri yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas. Dodik juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Menurutnya, kepergian almarhum merupakan duka mendalam bagi seluruh keluarga besar Polri.
"Kepada keluarga yang ditinggalkan, kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Kami berharap keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan ini. Pengabdian almarhum akan selalu kami kenang dan menjadi teladan bagi seluruh personel Polri," tuturnya.
Sebelumnya, peristiwa berdarah itu terjadi saat Tim Satresnarkoba Polres Katingan melaksanakan operasi penindakan terhadap jaringan bandar sabu pada Kamis (2/7) dini hari. Dalam operasi tersebut, Aipda Yudhie gugur dan kemudian ditemukan di sebuah lanting milik warga.
Hingga kini, dua anggota polisi lainnya yang tergabung dalam Tim 1, yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, masih belum ditemukan. Polres Katingan bersama personel gabungan Polda Kalimantan Tengah terus melakukan pencarian terhadap kedua personel tersebut sekaligus mendalami penyelidikan untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi insiden yang terjadi.
(des/des)
