Yudhi Perdana Putra yang gugur saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkoba mendapat penghormatan tertinggi dari institusi Polri. Kapolri Listyo Sigit Prabowo resmi menganugerahkan kenaikan pangkat luar biasa anumerta dari Aipda menjadi Aiptu Anumerta, sekaligus memberikan kesempatan prioritas kepada salah satu anggota keluarga almarhum untuk mengikuti seleksi penerimaan Bintara Polri.
Penghargaan tersebut disampaikan oleh Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan saat menyerahkan piagam penghargaan kepada keluarga almarhum di rumah duka di Kota Kasongan, Kabupaten Katingan, Jumat (3/7) sore.
"Kapolri memberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian almarhum kepada institusi Polri dan negara," ujar Iwan, Sabtu (4/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya kenaikan pangkat, Polri juga memberikan perhatian khusus kepada keluarga yang ditinggalkan. Salah satu anggota keluarga almarhum akan memperoleh kesempatan prioritas untuk mengikuti seleksi penerimaan Bintara Polri sebagai bentuk penghargaan atas pengorbanan yang telah diberikan Yudhie selama mengabdi.
"Salah satu anggota keluarga almarhum akan memperoleh kesempatan prioritas untuk mengikuti seleksi penerimaan Bintara Polri sebagai bentuk penghargaan atas pengorbanan yang telah diberikan Yudhi selama mengabdi," ujarnya.
Kapolda menyebut almarhum merupakan sosok polisi yang dikenal memiliki dedikasi tinggi, disiplin, loyal, dan berani dalam menjalankan tugas. Gugurnya Yudhi saat operasi penindakan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, menjadi kehilangan besar bagi institusi Polri.
"Beliau adalah putra terbaik bangsa yang mengabdikan dirinya untuk melindungi masyarakat. Kami mendoakan semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," katanya.
Penyerahan penghargaan tersebut turut disaksikan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Bupati Katingan Saiful, Wakil Bupati Katingan Firdaus, jajaran Forkopimda, pejabat utama Polda Kalimantan Tengah, personel Polres Katingan, serta keluarga almarhum.
Di kesempatan yang sama, Iwan juga memastikan proses pencarian seorang personel Polres Katingan yang masih hilang dalam operasi tersebut terus dilakukan. Tim gabungan masih dikerahkan dengan harapan anggota itu dapat segera ditemukan.
"Saat ini fokus kami adalah proses pencarian. Kami berharap anggota kami dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat," pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam memerangi peredaran narkotika.
"Kita harus bersatu melawan narkoba. Jangan memberi ruang bagi para pelaku yang merusak masa depan anak-anak bangsa. Pemerintah akan terus bersinergi dengan aparat kepolisian dalam upaya pemberantasan narkotika," tegasnya.
(des/des)
