Pemadaman listrik bergilir di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat mulai berdampak pada operasional RSUD dr. Agoesdjam Ketapang. Meski pelayanan kesehatan tetap berjalan normal, rumah sakit harus mengandalkan genset dengan konsumsi bahan bakar mencapai tiga drum solar setiap kali listrik padam.
Pelaksana Harian (Plh) Direktur RSUD dr. Agoesdjam Ketapang Yulia Ningsih mengatakan rumah sakit telah menyiapkan genset berkapasitas besar untuk memastikan pelayanan kepada pasien tidak terganggu saat pasokan listrik dari PLN terputus.
"Begitu listrik PLN padam, sekitar lima detik genset langsung menyala sehingga pelayanan pasien tetap aman," kata Yulia, Senin (6/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Yulia, penggunaan genset dalam pemadaman yang berlangsung sekitar 5-7 jam menghabiskan sekitar tiga drum solar. Kondisi tersebut membuat kebutuhan bahan bakar rumah sakit meningkat signifikan.
Dengan jadwal pemadaman bergilir yang masih berlangsung, RSUD kini menambah stok cadangan solar menjadi empat hingga lima drum untuk mengantisipasi kebutuhan operasional.
Tak hanya listrik, pemadaman juga berdampak pada pasokan air bersih dari PDAM. Untuk memenuhi kebutuhan pelayanan medis dan pasien, rumah sakit harus mendatangkan sekitar 10 tangki air hingga larut malam.
"Listrik dan air merupakan dua kebutuhan utama dalam pelayanan rumah sakit. Keduanya sangat menentukan kelancaran layanan kepada pasien," ujarnya.
Yulia menjelaskan, berbagai peralatan medis seperti ventilator, monitor jantung, infus pump di ruang ICU, hingga peralatan di kamar operasi bergantung pada pasokan listrik yang stabil. Begitu pula layanan hemodialisa yang membutuhkan air bersih hasil pengolahan melalui sistem reverse osmosis (RO).
Melihat besarnya dampak yang ditimbulkan, pihak RSUD akan mengajukan surat kepada PLN dengan tembusan kepada Bupati Ketapang agar rumah sakit mendapat prioritas dalam distribusi listrik selama masa pemadaman bergilir.
"Kami berharap rumah sakit mendapat layanan prioritas. Kalaupun harus terkena pemadaman, jangan terlalu lama, maksimal satu jam," tegasnya.
Menurutnya, permohonan tersebut diajukan untuk menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan serta keselamatan pasien yang bergantung pada alat-alat medis. Yulia juga berharap gangguan pelayanan akibat keterbatasan pasokan listrik seperti yang pernah terjadi sebelumnya tidak terulang kembali.
Di sisi lain, pihak rumah sakit mengimbau keluarga pasien agar menghemat penggunaan air bersih karena distribusinya turut terdampak oleh pemadaman listrik.
"Kami mohon pengertian masyarakat apabila terjadi kendala pasokan air. Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin agar pelayanan kepada pasien tetap berjalan dengan baik," pungkasnya.
(des/des)
