Keluh Kesah Pengusaha Es Kristal gegara Pontianak Mati Listrik 8 Jam

Kalimantan Barat

Keluh Kesah Pengusaha Es Kristal gegara Pontianak Mati Listrik 8 Jam

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Minggu, 05 Jul 2026 16:00 WIB
Pemadaman listrik merugikan pengusaha es batu di Pontianak. (Istimewa)
Foto: Pemadaman listrik merugikan pengusaha es batu di Pontianak. (Istimewa)
Pontianak -

Pemadaman listrik yang terjadi hingga sekitar delapan jam di sejumlah wilayah Kota Pontianak berdampak pada aktivitas pelaku usaha. Salah satunya dirasakan pengusaha es kristal di Jalan Yam Sabran, Kecamatan Pontianak Timur.

Dikeluhkan oleh pengusaha es kristal, Yohn Anna. Ia bercerita pemadaman listrik membuatnya terpaksa menghentikan produksi es.

Mesin produksi tidak dapat beroperasi selama listrik padam. Akibatnya, produksi es terhenti dan distribusi kepada pelaku UMKM ikut terganggu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Produksi es kristal terhenti karena mesin utama mati. Kulkas penyimpanan juga tidak berfungsi, sehingga suplai es ke UMKM menjadi terkendala," kata Yohn, Minggu (5/7/2026).

Tak hanya menghentikan produksi, pemadaman juga membuat pendingin penyimpanan tidak bekerja optimal. Yohn mengatakan stok es yang tersimpan tetap mengalami penyusutan, sehingga menambah kerugian usahanya.

Menurutnya, usaha yang dijalankan tidak memiliki generator set (genset) sebagai sumber listrik cadangan. Pasalnya, kebutuhan daya untuk mengoperasikan mesin produksi es sangat besar sehingga investasi pembelian genset dinilai terlalu mahal.

"Kami tidak punya genset karena daya yang dibutuhkan untuk menghidupkan mesin es sangat tinggi. Kalau harus investasi genset lagi, biayanya terlalu besar," ujarnya.

Yohn menambahkan, distribusi es kepada pelanggan juga ikut terhambat akibat kemacetan di sejumlah ruas jalan. Kondisi itu dipicu lampu lalu lintas yang tidak berfungsi selama pemadaman berlangsung.

"Es yang disimpan di kulkas tetap menyusut dan pengiriman juga terhambat," ungkapnya.

Di tengah cuaca panas yang meningkatkan permintaan es, Yohn mengaku tetap berupaya menjaga kepercayaan pelanggan. Ia bahkan menambah isi setiap kemasan dari semula 10 kilogram menjadi sekitar 12 kilogram.

"Kami kemasan 10 kilogram, tapi kami isi sampai sekitar 12 kilogram demi menjaga pelanggan, apalagi cuaca di Pontianak sedang panas," katanya.

Yohn menyebut pemadaman listrik yang terjadi sehari sebelumnya berlangsung sekitar tujuh hingga delapan jam. Ia berharap pemerintah bersama PLN dapat memprioritaskan pasokan listrik bagi sektor-sektor vital, termasuk kawasan industri, agar aktivitas usaha tidak kembali terganggu.

"Kalau bisa, sektor-sektor vital tetap diprioritaskan untuk dialiri listrik, terutama kawasan industri. Kalau sektor industri tidak diperhatikan, dampaknya bisa sangat besar dan dirasakan langsung oleh masyarakat," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) dalam beberapa hari terakhir. Pemadaman dilakukan menyusul gangguan teknis berupa kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar.

Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih mengatakan, kebocoran boiler menyebabkan kemampuan pasok daya pada sistem kelistrikan Kalbar menurun sehingga pasokan listrik belum dapat beroperasi secara optimal.

"Saat ini terjadi penurunan kemampuan pasok daya pada sistem kelistrikan Kalimantan Barat akibat gangguan teknis berupa kebocoran boiler pada salah satu unit PLTU berkapasitas besar," kata Mukhlis, Sabtu (4/7/2026).

PLN juga mengoptimalkan seluruh pembangkit yang tersedia serta menambah pasokan listrik dari pembangkit milik mitra kerja guna mengurangi dampak pemadaman terhadap pelanggan. Atas kondisi tersebut, PLN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak dan meminta pengertian selama proses pemulihan berlangsung.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Perkembangan penanganan akan terus kami sampaikan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi PLN," ujar Mukhlis.




(aau/aau)

Koleksi Pilihan

Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikkalimantan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads