Yang Kaya Makin Kaya, Harta 50 Crazy Rich Kini Setara 55 Juta WNI

Nasional

Yang Kaya Makin Kaya, Harta 50 Crazy Rich Kini Setara 55 Juta WNI

Anisa Indraini - detikKalimantan
Senin, 27 Apr 2026 13:30 WIB
Celebrating success. Low angle view of excited young businessman keeping arms raised and expressing positive while standing outdoors with office building in the background
Ilustrasi orang kaya. Foto: Getty Images/iStockphoto/pondsaksit
Balikpapan -

Center of Economic and Law Studies (CELIOS) melakukan studi untuk melihat konsentrasi kekayaan di Indonesia dan menemukan ketimpangan yang semakin tajam. Menurut studi terbaru mereka, kekayaan dari 50 orang terkaya di Indonesia saat ini sudah setara kekayaan 55 juta warga negara Indonesia (WNI) biasa.

Dilansir detikFinance, jumlah tersebut lebih banyak jika dibandingkan kondisi 2024. Saat itu, kekayaan 50 orang terkaya 'masih' setara kekayaan 50 juta WNI.

Temuan ini disampaikan dalam laporan 'Republik Oligarki: Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026' dilihat pada Senin (27/4). Data yang dianalisis meliputi distribusi pendapatan, distribusi kekayaan, tingkat kemiskinan, dan indikator lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia setara dengan kekayaan 55 juta orang Indonesia" tulis laporan tersebut.

Laporan tersebut memperlihatkan konsentrasi kekayaan yang sangat tinggi pada segelintir elite ekonomi. Kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia meningkat hampir 2 kali lipat selama periode 2019-2025, dari sekitar Rp 2.508 triliun menjadi Rp 4.651 triliun. Pada 2026, proporsi harta 50 orang super kaya yang berasal dari sektor ekstraktif melonjak mencapai 57,8%.

"Artinya para oligarki terus menumpuk kekayaan dari keuntungan besar, di mana lebih dari separuh kekayaan kelompok super kaya Indonesia berasal dari aktivitas eksploitasi sumber daya alam seperti batu bara, sawit dan nikel," terang CELIOS.

Secara statistik, CELIOS menyebut bahwa 50 orang terkaya hanya mencapai 0,000000174% dari populasi, tetapi menguasai 18,6% kekayaan di Indonesia. Ketimpangan akan terus terjadi dan semakin tajam jika tidak ada perubahan struktur ekonomi dan politik. Bahkan pada 2050, diprediksi kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia akan setara dengan harta 111 juta penduduk biasa.

"Di negeri yang sebagian masyarakat masih bergulat dengan 'hari ini makan apa', segelintir orang bisa lebih kaya dari 'sultan' Timur Tengah," lanjutnya.

Kemudian dilihat dari tabungan, CELIOS menemukan bahwa tabungan kelompok kaya tumbuh semakin cepat. Simpanan di atas Rp 5 miliar semakin mendominasi, yakni sebesar 56,45% dari total uang di bank. Padahal sebanyak 98,91% nasabah di Indonesia memiliki saldo di bawah Rp 100 juta.

"Struktur simpanan perbankan semakin didominasi oleh kelompok nasabah dengan dana besar sepanjang 2014-2025. Nilai simpanan di atas Rp 5 miliar meningkat tajam dari Rp 1.564 triliun menjadi Rp 5.463 triliun. Di samping peningkatan nominal tabungan, proporsi dibandingkan total simpanan juga meningkat dari 43% menjadi 56%, namun tren ini berbeda pada simpanan di bawah Rp 100 juta," terang CELIOS.

Baca selengkapnya di detikFinance.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 



Hide Ads