Tukang jagal di Banjarmasin mendapat banyak job di momen Idul Adha. Sebab, banyak orang yang berkurban.
Salah seorang tukang jagal yang juga Ketua 1 DPD Juru Sembelih Halal (Juleha) Kota Banjarmasin, Gusti Ikromi Akbar, turut merasakannya. Ia menyebut job penyembelihan hewan kurban tahun ini lebih banyak dibanding tahun lalu.
"Saya pribadi dari hari pertama sudah ada panggilan untuk menyembelih. Total ada 7 sapi dan 3 kambing saya pribadi. Namun dari keseluruhan tim itu laporannya banyak sekali," kata Ikrom saat dihubungi detikKalimantan, Jumat (29/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ikrom mengatakan di tahun ini, ia hanya mengambil job menyembelih yang waktunya tidak bentrok dengan kesibukannya yang lain. "Itupun sudah sebanyak itu, belum lagi jika digabung dengan tim Juleha," ujarnya.
Ikrom menegaskan dalam penyembelihan hewan kurban, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Di antaranya, penggunaan alat atau pisau sembelih yang tajam agar tak menyakiti hewan, dan harus memahami tata cara penyembelihan dengan baik.
Selain itu, tukang sembelih juga harus memperhatikan suasana di lapangan dan menjaga situasi tetap aman, gunanya agar hewan kurban tidak merasa stress saat hendak disembelih.
"Profesi tukang jagal bukan hanya sekedar menyembelih, namun menjalankan amanah untuk memastikan penyembelihan berjalan secara halal, ihsan dan penuh tanggung jawab," tegas Ikrom.
Selain Ikrom, ada pula Muhtasom yang menjadi tukang jagal tahunan. Tahun ini, ia menyembelih setidaknya 8 ekor sapi. "Ganti-gantian dengan rekan lain, di tahun ini ada delapan sapi saja," sebutnya.
Muhtasom menyebut setiap Idul Adha, panggilan menyembelih hewan kurban terus berdatangan. Namun ia juga membagi sebagian jatah penyembelihan ke rekan lain.
"Agar tidak kelelahan, dan tetap sesuai syariat. Karena jika lalai sedikit, syariat tidak terpenuhi, itu bisa membahayakan semua orang," ucap Muhtasom.
Ia bersyukur di tahun 2026, antusiasme masyarakat yang berkurban tidak berkurang dan tetap ramai. Ia berharap, seluruh warga Banjarmasin bisa merasakan daging kurban tanpa terkecuali.
"Semoga dengan banyaknya yang berkurban, tidak ada warga Banjarmasin yang tidak merasakan daging kurban," pungkasnya.
(sun/des)