Kenaikan BBM Tak Hentikan Mobilitas, Warga Antre Pertalite demi Kerja

Kenaikan BBM Tak Hentikan Mobilitas, Warga Antre Pertalite demi Kerja

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Kamis, 11 Jun 2026 14:01 WIB
Antrean Pertalite di SPBU Jalan Diponegoro Pangkalan Bun.
Antrean Pertalite di SPBU Jalan Diponegoro Pangkalan Bun/Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan
Kotawaringin Barat -

BBM menjadi kebutuhan pokok dalam mobilitas masyarakat sehari-hari. Sebab banyak yang menggunakan kendaraan pribadi baik untuk berangkat kerja mau pergi sekolah.

Bahkan pada jam-jam tertentu, antrean kendaraan kerap mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Seperti potret yang terjadi di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Leman, warga Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan mencoba membagikan pengalamannya. Menurut Leman, antrean kendaraan terutama roda dua biasanya terjadi di jalur pengisian BBM bersubsidi seperti Pertalite.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengakui antrean Pertalite kali ini juga dipengaruhi adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi. Namun apapun kondisinya, ia sadar harus tetap berangkat kerja.

"Mau beli pertalite di SPBU antreannya ngeri sekali bisa satu jam antre, sedangkan saya harus kerja," ujar Leman, Kamis (11/6/2026).

Namun terkadang, ketika sedang diburu waktu, Leman memilih menghindari antrean panjang di SPBU. Ia melipir ke penjual eceran walau harus merogoh kocek lebih dalam.

"Kalau ke SPBU harus antre lagi, panas-panasan. Kadang buru-buru kerja atau ada keperluan lain, akhirnya terpaksa beli eceran meski lebih mahal," tambahnya.

Sementara itu, Ahmad, seorang kurir paket di Pangkalan Bun hanya berharap harga BBM tak naik lagi. Ia sadar aktivitasnya sehari-hari begitu bergantung pada BBM.

"Kami berharap kenaikan BBM nonsubsidi tidak kembali terjadi dalam waktu dekat," pungkasnya.

Seperti diketahui, mulai 10 Juni 2026 pukul 00.00 WIB, harga Pertamax di Kalimantan Tengah resmi naik Rp 4.050 per liter menjadi Rp 16.650. Sementara Pertamax Green mengalami kenaikan sebesar Rp 4.100 menjadi Rp 17 ribu per liter. Meski harga Pertalite dan Biosolar bersubsidi masih bertahan, tapi antrenya mengular di SPBU.




(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads