Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi. Stimulus dengan total anggaran Rp 26,34 triliun ini akan diberikan secara bertahap mulai Juli mendatang.
Dilansir detikFinance, stimulus ini disiapkan untuk mendorong konsumsi domestik dan pencapaian target pertumbuhan ekonomi. Airlangga menjelaskan, total anggaran untuk sepanjang semester II-2026 ini akan dibagi ke delapan kebijakan.
"Total stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk di semester II ini nilainya sekitar Rp 26,34 triliun," kata Airlangga, Senin (22/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Delapan stimulus ini terbagi ke dalam tiga pilar, yakni stimulus dan insentif, magang dan vokasi, serta bantuan pangan. Berikut rinciannya.
Daftar Stimulus Ekonomi Pemerintah Semester II-2026
1. Pajak Penulis
Pemerintah menetapkan tarif khusus PPh Final Royalti sebesar 1,5% bagi penulis nasional. Saat ini tarif pajak yang dikenakan atas penghasilan penulis dapat mencapai 5% hingga 35% tergantung kelompok penghasilan. Airlangga menjelaskan, ini meruapak salah satu dari janji kampanye Presiden Prabowo Subianto.
2. Diskon Transportasi dan Insentif Transportasi Udara Periode Libur Sekolah
Untuk mendorong mobilitas masyarakat dan pergerakan ekonomi selama periode libur sekolah, Pemerintah memberikan potongan tarif 30% harga tiket untuk kereta api (periode 20 Juni-5 Juli) dan tarif dasar untuk kapal Pelni (periode 20 Juni-15 Agustus), serta gratis tarif jasa kepelabuhan ASDP (periode 20 Juni-5 Juli). Anggaran untuk program ini Rp 190,5 miliar dengan target 3 juta penumpang.
Selain itu, terdapat subsidi penuh terhadap PPN DTP 100% untuk tiket pesawat berjadwal domestik kelas ekonomi. Anggaran untuk program ini Rp 472,7 miliar dengan target 2,3 juta penumpang.
3. Diskon Transportasi Periode Libur Nataru
Potongan tarif 30% harga tiket untuk kereta api juga berlaku selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) yakni 22 Desember 2026-4 Januari 2027 dan 30% tarif dasar untuk kapal Pelni (periode 17 Desember 2026-10 Januari 2027), serta gratis tarif jasa kepelabuhan ASDP (periode 22 Desember 2026-10 Januari 2027). Anggaran untuk program ini Rp 161,4 miliar dengan target 2,8 juta penumpang.
Selain itu, terdapat subsidi penuh PPN DTP 100% untuk tiket pesawat berjadwal domestik kelas ekonomi. Anggaran untuk program ini Rp 722 miliar dengan target 3,7 juta penumpang.
4. Insentif Impor LPG dan Bahan Baku Plastik
Untuk sektor industri, pemerintah menetapkan bea masuk 0% atas impor LPG bagi industri petrokimia (estimasi total manfaat Rp 2,25 triliun vs kehilangan pendapatan negara Rp 360 miliar per tahun), serta bea masuk 0% atas bahan baku plastik dan penurunan bea masuk impor suku cadang pesawat dengan anggaran Rp 500 miliar.
Kedua kebijakan tersebut ditujukan untuk menekan biaya produksi industri dan mencegah lonjakan harga barang konsumsi yang lebih luas. Sebelumnya, Pemerintah telah menurunkan tarif Bea Masuk impor suku cadang pesawat udara menjadi 0% untuk mendukung industri penerbangan melalui penurunan biaya operasional maskapai, guna memperkuat daya saing industri MRO.
5. Program Magang
Program magang dilanjutkan mulai Juli 2026 dengan alokasi dana Rp 4,14 triliun yang menyasar total 150 ribu peserta fresh graduate perguruan tinggi.
6. Pelatihan Vokasi
Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,12 triliun untuk mendanai program-program peningkatan keterampilan dan kompetensi ketenagakerjaan. Target prioritas dari program ini difokuskan secara khusus kepada 220.000 lulusan SMK agar mereka siap kerja, serta perlindungan bagi 50.000 pekerja yang terdampak PHK agar mereka mendapatkan jembatan keterampilan baru untuk kembali ke dunia kerja.
7. Bantuan Beras 10 Kg
Bantuan beras 10 kg dilanjutkan untuk 33,24 juta penerima selama tiga bulan mulai Juli-September 2026. Perkiraan anggaran untuk program ini Rp 17,54 triliun (belum termasuk biaya operasional).
8. Bantuan Stabilisasi Harga dan Pasokan Pangan (SPHP) Kedelai
Pemerintah memberikan bantuan SPHP kedelai untuk pengrajin tahu/tempe paling tinggi sebesar Rp 2.000/kg untuk total kuota 250 ribu ton pada tahap pertama. Program ini berlaku untuk daerah yang harga kedelainya di atas harga acuan pembelian (HAP) dengan anggaran Rp 500 miliar.
Baca selengkapnya di sini.
(des/des)
