Pemadaman Listrik Juga Terjadi di Daerah Penghasil Batu Bara Terbesar RI

Round-up

Pemadaman Listrik Juga Terjadi di Daerah Penghasil Batu Bara Terbesar RI

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Selasa, 30 Jun 2026 10:51 WIB
Pembangunan Proyek PLTU Teluk Balikpapan terus dikebut. Nantinya PLTU Teluk Balikpapan ini akan diproyeksikan untuk menghadapi pertumbuhan ekonomi di Kaltim yang tumbuh dengan pesat. Proyek PLTU Teluk Balikpapan berkapasitas 2 x 110 MW, terletak di Desa Kariangau, Balikpapan Utara. Kalimantan Timur.
Ilustrasi PLTU. Foto: Istimewa/dok Agus Humas PLN
Samarinda -

Setelah ramai pemberitaan pemadaman listrik bergilir di Sumatera dan Jawa, kini Kalimantan Timur juga mengalami hal serupa. Hal ini banyak dikeluhkan karena dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama bagi pelaku usaha.

Isu yang berkembang, masyarakat menganggap pasokan batu bara menjadi penyebab. Hal ini pun menjadi sorotan karena Kaltim merupakan penghasil batu bara terbesar di Indonesia.

Namun, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menegaskan pemadaman listrik tersebut bukan akibat berkurangnya pasokan batu bara. Gangguan itu dipicu kerusakan dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang saat ini masih dalam tahap perbaikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Butuh Sebulan Perbaikan

Seno Aji mengatakan Pemerintah Provinsi Kaltim telah berkoordinasi dengan PLN untuk mengetahui penyebab pemadaman yang dikeluhkan masyarakat. Hasilnya, dua PLTU mengalami gangguan secara bersamaan sehingga mengurangi pasokan listrik di sistem interkoneksi Kaltim.

"Kami sudah bertemu dengan GM PLN. Memang dibutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk memperbaiki dua PLTU, yakni PLTU Handil dan PLTU Tanjung Batu," kata Seno kepada awak media, Senin (29/6/2026).

Selama proses perbaikan berlangsung, kata Seno, PLN akan menerapkan pemadaman bergilir di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim. Setiap wilayah diperkirakan mengalami pemadaman sekitar tiga jam.

"Selama sebulan ini akan bergiliran. Setiap kabupaten dan kota akan ada sekitar tiga jam pemadaman. Mudah-mudahan bulan depan sudah tidak ada lagi masalah," ujarnya.

Pasokan Batu Bara Diklaim Normal

Menurutnya, kerusakan dua pembangkit yang terjadi dalam waktu bersamaan membuat pasokan listrik berkurang hingga sekitar 250 megawatt (MW). Kondisi tersebut memaksa PLN melakukan pengurangan beban melalui pemadaman bergilir.

"Yang bermasalah adalah dua PLTU ini rusak dalam waktu bersamaan. Itu mengurangi sekitar 250 MW sehingga PLN melakukan pengurangan daya secara bergilir," jelasnya.

Seno juga membantah anggapan yang menyebut pemadaman terjadi akibat terganggunya pasokan batu bara untuk pembangkit. Menurutnya, kewajiban pemenuhan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) masih berjalan normal.

"Kalau RKAB tidak. DMO tetap berjalan. Pasokan batu bara untuk PLTU masih aman," tegasnya.

Sementara itu, Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Samarinda Adrian Sitompul mengatakan perbaikan kedua pembangkit masih terus dilakukan. Jika prosesnya berjalan sesuai rencana, pemadaman bergilir diperkirakan berakhir pada Juli.

"Kita saat ini sedang melakukan perbaikannya. Kita estimasikan akan berakhir di Juli. Semoga bisa lebih cepat," terangnya.

Adrian belum dapat menjelaskan penyebab kerusakan yang dialami kedua PLTU tersebut karena menjadi kewenangan unit pembangkitan. Namun ia memastikan gangguan pada pembangkit berdampak luas karena sistem kelistrikan di Kaltim menggunakan jaringan interkoneksi.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Bos PLN Hadap Prabowo, Lapor Listrik di Pulau Jawa Mulai Membaik"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads