Warga suku Dayak di Kalimantan Barat punya perayaan budaya yang istimewa setiap tahunnya, yakni Gawai Dayak. Gawai Dayak biasanya berlangsung pada tanggal 1-2 Juni.
Mengutip laman Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, Gawai Dayak adalah pelaksanaan perayaan pascapanen yang meliputi serangkaian upacara adat. Upacara ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan atau Jubata atas kelimpahan hasil panen.
Sebelum melaksanakan Gawai Dayak, masyarakat adat lebih dulu diadakan upacara adat ngampar bide atau menggelar tikar. Acara biasanya berlangsung di rumah Betang Panjang/Betang, dalam hal ini dilaksanakan Rumah Radakng Kalimantan Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tujuan dari ngampar bide adalah memohon kelancaran dan kemudahan selama pelaksanaan perayaan Gawai Dayak. Selain itu, masyarakat juga memohon kelimpahan rezeki panen pada tahun berikutnya.
Gawai Dayak setiap tahunnya diadakan di Kalimantan Barat dengan menampilkan berbagai aspek tradisi dan seni Dayak, seperti tarian, musik, pameran kerajinan tangan, dan masakan tradisional. Mengutip laman Wonderful Indonesia, Gawai Dayak biasanya diselenggarakan selama beberapa hari.
Pekan Gawai Dayak menjadi platform bagi masyarakat untuk melestarikan dan memperkenalkan kekayaan budaya Dayak kepada baik masyarakat lokal maupun wisatawan. Acara ini juga menampilkan lomba budaya dan kegiatan edukatif. Untuk di Kota Pontianak sendiri, Gawai Dayak tahun 2026 telah digelar hingga 25 Mei lalu.
Sementara secara umum, Gawai Dayak juga dirayakan di Sarawak, Malaysia. Perayaan ini umumnya berlangsung pada tanggal 1 dan 2 Juni setiap tahunnya sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh. Bentuk perayaannya tidak selalu sama, bisa berbeda-beda di masing-masing daerah.
Dilansir detikSulsel, Gawai Dayak menandai berakhirnya musim panen sekaligus menjadi momen untuk menghargai kerja keras di balik panen tersebut. Festival ini juga mencerminkaan persatuan dan kebersamaan berbagai kelompok etnis seperti Iban, Bidayuh, Kenyah, Kelabit, dan Murut.
Menjelang perayaan Gawai Dayak, masyarakat Dayak biasanya melakukan persiapan seperti membersihkan rumah, berziarah ke makam leluhur, mengolah hasil panen, serta menyiapkan hidangan untuk para tamu. Pesta perayaan dimulai saat gong dibunyikan tepat tengah malam pada 1 Juni.
Setelah itu, kepala festival akan memimpin prosesi minum tuak, yaitu minuman tradisional berbahan dasar beras yang menjadi bagian dari tradisi perayaan. Kemudian masyarakat saling mengucapkan "gayu-guru, gerai-nyami" yang berarti umur panjang, kesehatan, dan kemakmuran.
(des/des)