Festival Adat Bekudung Betiung, Cara Orang Dayak Ga'ai Merayakan Panen Padi

Festival Adat Bekudung Betiung, Cara Orang Dayak Ga'ai Merayakan Panen Padi

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Sabtu, 06 Jun 2026 22:00 WIB
Festival Bekudung Betiung Tahun 2026
Foto: Festival Bekudung Betiung Tahun 2026 (Foto: Instagram/@bekudungbetiung_)
Berau -

Festival Budaya Bekudung Betiung merupakan salah satu upacara adat paling sakral dan paling dinantikan oleh masyarakat Suku Dayak Ga'ai di Kalimantan Timur.

Tradisi ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas hasil panen padi, kesehatan, keselamatan selama bercocok tanam, dan keberkahan hidup yang menyertai masyarakat Dayak Ga'ai sepanjang satu musim tanam.

Di tahun 2026, masyarakat Dayak Ga'ai yang bermukim di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau akan menyelenggarakan Festival Bekudung Betiung pada 24-30 Juni mendatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bekudung Betiung adalah upacara adat panen padi yang dilaksanakan berdasarkan sistem penanggalan adat. Mulai dari masa menanam, merawat, hingga panen, seluruh proses selalu disertai ritual-ritual adat.

Festival Bekudung Betiung

Suku Dayak Ga'ai merupakan salah satu sub-suku Dayak yang mendiami wilayah Kalimantan Timur, khususnya di Kampung Tumbit Dayak, Kabupaten Berau. Upacara adat Bekudung Betiung sudah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat dan terus dilestarikan hingga sekarang.

Secara bahasa dan makna, Bekudung Betiung berasal dari dua kata, yaitu Bekudung dan Betiung. Filosofinya adalah:

  • Bekudung (Nae Plie Ngatam): bermakna pesta syukuran setelah masyarakat menyelesaikan musim panen padi. Ritual ini adalah bentuk rasa terima kasih atas hasil bumi yang melimpah serta perlindungan selama masa tanam dari gangguan alam maupun hama.
  • Betiung (Lamko): mengacu pada prosesi adat pendewasaan anak laki-laki yang ditandai dengan pemakaian ikat kepala sebagai simbol kedewasaan, tanggung jawab, dan kesiapan menjalani kehidupan di dalam masyarakat.

Dulunya Bekudung dan Betiung dilaksanakan secara terpisah. Namun seiring berjalannya waktu, kedua prosesi ini akhirnya digabung menjadi satu rangkaian acara besar yang kini kita kenal sebagai Festival Bekudung Betiung.

Jadwal Festival Bekudung Betiung 2026

Seperti yang dijelaskan pada Instagram resmi @bekudungbetiung_, pelaksanaan Festival Adat Bekudung Betiung tahun 2026 telah dijadwalkan sebagai berikut:

  • 24-30 Juni 2026: Rangkaian kegiatan festival
  • 25-26 Juni 2026: Puncak acara
  • 30 Juni 2026: Penutupan festival

Rangkaian Ritual dan Kegiatan Adat

Beberapa rangkaian acara yang akan ditampilkan dalam Festival Bekudung Betiung antara lain:

  • Jak Gai: prosesi pembukaan yang akan menampilkan tarian dan nyanyian adat untuk menyambut tamu serta menandai dimulainya rangkaian festival
  • Batiung & Beiiak: ritual penyucian dan pengukuhan adat anak muda sebagai simbol kesiapan memasuki tahap kedewasaan
  • Panjat Piruai: tradisi ekstrem dan unik berupa pengambilan madu di pohon tinggi dengan bantuan tali rotan
  • Kunjungan Rumah Kepala Tug: ziarah adat dan silaturahmi ke rumah tokoh adat
  • Pertunjukan Seni Dayak Ga'ai: tarian tradisional, musik, serta pertunjukan budaya

Dalam beberapa tahun terakhir, Festival Bekudung Betiung mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah sebagai bagian dari pengembangan pariwisata budaya di Kabupaten Berau. Menurut informasi yang beredar, dukungan tersebut umumnya berupa fasilitasi acara, promosi wisata, maupun bantuan lainnya.

Pada tahun 2024 misalnya, Bupati Berau menyumbangkan dana sebesar 100 juta rupiah untuk membantu biaya operasional festival yang nilainya mencapai Rp500 juta.

Yuk, jangan lewatkan kesempatan untuk ikut langsung melihat bagaimana suku Dayak Ga'ai merayakan hasil panen mereka di Kampung Tumbit Dayak pada 24-30 Juni mendatang!

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menyusuri Perjalanan ke Labuan Cermin di Berau dengan Menggunakan Perahu yang Menyenangkan "
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads