133 Ton Bawang Bombay Ilegal dari Pontianak Disita Polisi

133 Ton Bawang Bombay Ilegal dari Pontianak Disita Polisi

Dhafin Armia - detikKalimantan
Senin, 05 Jan 2026 09:25 WIB
Aduan Lapor Pak Amran, 133 Ton Bawang Bombay Diamankan Polrestabes Semarang
Bawang bombay ilegal dari Pontianak yang dikirim ke Semarang. Foto: Kementan
Semarang -

Sebanyak 133 ton bawang bombay ilegal dari Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) disita aparat kepolisian. Bawang bombay tanpa dokumen karantina itu dikirim menuju Semarang lewat jalur laut.

Polrestabes Semarang bersama Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Tengah menyita bawang bombay tersebut saat tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang. Penindakan ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat melalui kanal pengaduan Lapor Pak Amran.

"Mohon maaf menyita waktunya, menginformasikan, saat ini ada kurang lebih 20 ton bawang bombay (disinyalir berasal dari jalur tikus perbatasan) diangkut dengan 7 truk fuso berlayar dengan KM Dharma Kartika dari Pontianak tujuan Semarang, tanpa dokumen Karantina," ujar pelapor dalam keterangan tertulis, dikutip detikNews, Minggu (4/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim gabungan dari Polrestabes Semarang, BKHIT Jawa Tengah, Kodim 0733/KS, dan Lanal Semarang kemudian mendatangi Pelabuhan Tanjung Emas pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Total ada 133,5 ton bawang bombay ilegal yang dibawa menggunakan kapal Dharma Kartika VII dari Pontianak.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol M. Syahduddi menjelaskan awalnya bawang tersebut diangkut menggunakan kapal RORO, kemudian dipindahkan ke truk tertutup terpal berlapis tanpa melalui proses karantina sebagaimana diwajibkan peraturan perundang-undangan.

Saat ini, seluruh muatan bawang bombay ilegal tersebut diamankan di Depo Fumigasi Karantina Tumbuhan, Jalan Ampenan, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Pengamanan dilakukan di bawah pengawasan Polsek KPTE dan BKHIT Jawa Tengah untuk proses penanganan lebih lanjut.

Baca artikel selengkapnya di sini.




(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads