Kena Mental, Guru yang Viral Baku Hantam dengan Siswa Lapor Polisi

Regional

Kena Mental, Guru yang Viral Baku Hantam dengan Siswa Lapor Polisi

Dimas Sanjaya - detikKalimantan
Jumat, 16 Jan 2026 15:00 WIB
Guru SMK yang dikeroyok siswa melapor ke Polda Jambi
Agus Saputra melapor ke Polda Jambi. Foto: Dimas Sanjaya/detikSumbagsel
Jambi -

Agus Saputra, guru di SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang viral karena baku hantam dengan para siswanya, resmi memasukkan laporan polisi. Ia melaporkan kasus itu sebagai kasus pengeroyokan.

Dilansir detikSumbagsel, kakak Agus yang bernama Nasir mendampingi adiknya menyampaikan laporan resmi ke Polda Jambi. Nasir mengatakan adiknya berhak mengambil langkah hukum karena merasa dirugikan secara psikis.

"Karena sudah viral ini, ya, ada yang merugikan adik saya secara mental. Psikisnya terganggu, nama baiknya tercoreng di media sosial dan warga. Jadi kami sebagai warga negara berhak untuk melaporkan tindakan pengeroyokan ini," ujar Nasir di Polda Jambi, Kamis (15/1/2026) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah memasukkan laporan, Agus menjalani pemeriksaan selama beberapa jam di SPKT Polda Jambi. Nasir mengatakan kondisi fisik adiknya masih cukup lemah setelah peristiwa pengeroyokan tersebut.

"Kondisi adik saya masih pusing tadi di-BAP dari jam 4 sore, baru selesai sekarang," katanya sekitar pukul 21.00 WIB.

Agus menyertakan hasil visum sebagai pendukung laporan. Ia mengaku mengalami lebam-lebam di beberapa bagian tubuh, seperti tangan, punggung, dan pipi.

"Kondisnya paling pegal-pegal pasti, mungkin teman-teman bisa lihat di video yang beredar. Sudah ada visum, ada bekas lebam-lebamnya," lanjut Nasir.

Sebelumnya, Agus mengungkapkan kronologi kejadian dari sudut pandangnya. Ia mengaku saat itu tengah melintas di depan sebuah kelas dan mendengar salah satu siswa menegurnya dengan kata-kata tidak sopan. Agus pun masuk ke kelas dan berusaha mencari siapa siswa yang melontarkan kata-kata tersebut.

"Kejadiannya berawal peneguran siswa di kelas di saat belajar ada guru, dia (siswa) menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan kepada saya, dengan meneriakkan kata yang tidak pantas kepada saya saat belajar," tuturnya, Rabu (14/1/2026).

Salah satu siswa kemudian mengaku. Namun, Agus menyebut bahwa sikap siswa itu seolah menantangnya. Agus yang kesal pun menampar siswa tersebut.

"Saya masuk ke kelas memanggil siapa yang meneriakkan saya seperti itu. Dia langsung menantang saya, akhir saya refleks menampar muka dia," lanjutnya.

Agus mengklaim tindakannya itu sebagai bentuk sikap tegas demi mendidik moral siswanya. Setelah ditampar, siswa itu marah dan menimbulkan keributan. Guru-guru lain berusaha memediasi Agus dengan siswa tersebut.

Menurut penuturan siswa, Agus menyebutkan kata 'miskin' yang memicu sakit hati siswa tersebut. Agus tak menampik, tetapi menurutnya perkataan itu bukan bertujuan mengejek siswa.

"Iya saya melontarkan sebagai motivasi, saya tidak bermaksud mengejek. Saya menceritakan secara umum. Saya mengatakan, 'kalau kita kurang mampu, kalau bisa jangan bertingkah macam-macam'. Itu secara motivasi pembicaraan," dalihnya.

Mediasi menemui jalan buntu. Siswa menuntut Agus minta maaf, sementara Agus memberi opsi agar siswa membuat petisi jika tak ingin dirinya mengajar lagi. Karena belum ada titik temu, para siswa yang masih kesal diduga mengeroyok Agus menggunakan alat-alat yang ada di sekolah. Agus sendiri sempat berusaha membela diri dengan mengacungkan celurit, sebagaimana terlihat dalam video beredar.

"Kebetulan kami itu SMK pertanian, memang kayak cangkul dan celurit lainnya memang tersedia di kantor. Kenapa saya memakai itu? Agar mereka bubar, tidak ada niat lain saya untuk itu. Pada kenyataannya mereka juga tidak bubar, malah melempari saya dengan batu," terang Agus.

Baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video Kades di Lumajang Dikeroyok-Dibacok OTK, Polisi Buru Pelaku"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads