Dua insiden penusukan berdarah menggemparkan warga Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dalam sepekan terakhir. Dua peristiwa ini menewaskan korbannya.
Tragisnya, kedua tindak kekerasan ini dipicu oleh persoalan kesalahpahaman, namun sama-sama harus dibayar mahal dengan nyawa para korbannya. Hingga saat ini, aparat kepolisian masih terus memburu para pelaku dari kedua kasus tersebut.
Berikut adalah rentetan dua kasus penusukan maut di Banjarmasin yang dirangkum detikKalimantan:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilu Lansia Tewas di Tangan Adik Ipar Sendiri
Kasus pertama menimpa seorang pria lanjut usia (lansia) berinisial N (63) yang tewas mengenaskan di tangan adik iparnya sendiri, A (40). Peristiwa berdarah ini terjadi di Jalan Belitung Darat Gang Manunggal, Banjarmasin Barat, Selasa (31/3/2026).
Kasus ini terungkap setelah istri korban, yang tak lain adalah kakak kandung pelaku, melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Eru Alsepa menjelaskan bahwa motif di balik pembunuhan ini diduga kuat bermula dari persoalan internal keluarga. Korban dan pelaku diketahui tinggal di rumah yang saling bersebelahan, sehingga pelaku kerap mendengar percakapan antara kakak kandungnya dan korban.
"Diduga ada masalah internal. Pelaku merupakan adik ipar korban, dan korban diketahui bersuara agak nyaring saat berbicara. Pelaku tidak terima mendengar suara korban saat berbicara dengan kakaknya," ujar Kompol Eru.
Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi dan keterangan saksi mata, penyerangan tersebut terjadi secara tiba-tiba. Saksi mata bernama Misran menuturkan, saat itu ia sedang duduk santai bersama korban di dekat jembatan tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).
"Saya duduk di samping jembatan (dekat TKP), korban juga tengah santai. Datang pelaku dan langsung menusuk di sini," ujar Misran.
Korban sempat berusaha menghindar, namun gagal dan akhirnya menerima sejumlah luka tusukan mematikan di bagian perut. Menurut Misran, pelaku yang sehari-hari bekerja serabutan dan menganggur itu memang sering terlibat cekcok karena urusan keluarga.
Saksi lainnya, Alfit, mengaku sempat mendengar keributan dari luar rumah. Saat ia keluar, korban sudah terkapar berlumuran darah di atas aspal. Alfit sempat berusaha melerai, namun pelaku yang sudah gelap mata tak menghiraukan teguran warga.
"Saya sempat menegur, namun karena pelaku gelap mata tidak bisa lagi dicegah, mereka ini sudah ada selisih, pelaku memang tidak suka dengan korban," kata Alfit.
Usai kejadian, korban N dimakamkan oleh pihak keluarga, sementara pelaku A langsung melarikan diri.
Tragedi Maut Pemancing di Surgi Mufti
Kasus penusukan kedua terjadi pada Rabu (1/4) malam, menimpa dua orang pemancing di sekitar kawasan Gang Masjid Jami 1, Kelurahan Surgi Mufti, Banjarmasin Utara. Niat hati ingin memancing, keduanya malah menjadi korban serangan senjata tajam oleh seorang pria tak dikenal.
Kompol Eru Alsepa mengungkapkan, pelaku yang diduga merupakan warga sekitar, tiba-tiba mendatangi kedua korban dan langsung membabi buta melakukan penyerangan.
"Pelaku mendatangi kedua korban sendirian, langsung menyerang keduanya. Satu kena tusukan di leher, meninggal dunia, dan yang satunya terkena di tangan," beber Eru.
Korban yang menerima luka tusukan fatal di bagian leher sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun nahas, pendarahan yang parah membuat nyawanya tak dapat diselamatkan. Sementara itu, satu korban lainnya berhasil merespons dan menghindar sehingga hanya mengalami luka ringan di bagian tangan.
Berdasarkan penyelidikan awal, polisi menduga insiden berdarah ini dipicu oleh perselisihan antara korban dan pelaku saat berada di jalan sebelum kejadian penusukan.
"Diduga karena tidak terima berselisihan itu, mungkin faktor mabuk juga, akhirnya pelaku mendatangi kedua korban dan menusuk," ungkap Eru lebih lanjut.
Meski pelaku mendatangi korban seorang diri saat penyerangan terjadi, dari keterangan sejumlah saksi di lapangan, pelaku diduga melarikan diri bersama seorang rekannya usai melancarkan aksinya.
Saat ini, Polresta Banjarmasin telah membentuk tim khusus untuk memburu pelaku dari kedua kasus penusukan tersebut. Polisi juga mengimbau kepada pihak keluarga pelaku, khususnya pada kasus penusukan lansia, untuk bersikap kooperatif dengan menyerahkan pelaku atau memberikan informasi terkait keberadaannya kepada pihak berwajib.
Simak Video "Video: 3 Penusuk Sopir Truk di SPBU Palembang Ditangkap, 1 Orang Masih DPO"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
