Maling Daging Ayam Pasar Flamboyan Pontianak Sudah Berkali-kali Beraksi

Maling Daging Ayam Pasar Flamboyan Pontianak Sudah Berkali-kali Beraksi

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Jumat, 03 Apr 2026 15:59 WIB
Seorang perempuan terekam CCTV mencuri daging ayam di Pasar Flamboyan. (dok Istimewa)
Foto: Seorang perempuan terekam CCTV mencuri daging ayam di Pasar Flamboyan. (dok Istimewa)
Pontianak -

Akhirnya maling daging ayam di Pasar Flamboyan Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) ditangkap. Rupanya, maling berjenis kelamin perempuan itu sudah berkali-kali melancarkan aksinya.

Salah satu pedagang ayam, Arifin, menyebut pelaku sebenarnya sudah lama dicurigai karena kerap membuat pedagang kehilangan ayam, khususnya di lapak Raja Ayam milik Hendra.

"Orang ini sudah sering. Para pedagang di sini juga sudah sering kehilangan. Bahkan sudah dua kali terekam CCTV, tapi belum tertangkap," ujar Arifin, Jumat (3/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pelaku menjalankan aksinya dengan modus berpura-pura menjadi pembeli. Saat melakukan transaksi pada Rabu (1/4) sekitar pukul 04.08 WIB, pelaku memanfaatkan kelengahan pedagang untuk mengambil ayam lain yang disimpan di bawah meja.

"Dia beli satu ayam, dibayar. Tapi sambil melihat ke bawah, kalau ada ayam yang sudah dikantongi. Karena pedagang lengah, ayam yang di bawah meja itu diambil," jelasnya.

Arifin mengatakan, ayam yang telah dimasukkan ke dalam kantong memang kerap diletakkan di bawah meja karena keterbatasan ruang di lapak, sehingga rawan dimanfaatkan pelaku.

Aksi pelaku akhirnya terendus saat ia mengambil ayam dalam jumlah cukup banyak hingga terlihat mencurigakan oleh pedagang lain.

"Waktu itu dia ambilnya banyak, sampai termiring-miring dia angkat keranjang belanjaannya. Jadi terlihat mencurigakan, langsung dikejar, dan akhirnya pelaku tertangkap," katanya.

Ia menambahkan, pelaku sebelumnya sudah ditandai oleh para pedagang karena ciri-cirinya dikenali. Namun, karena minim bukti, pedagang tidak berani bertindak.

"Sudah dicurigai lama, tapi kami tidak bisa langsung menangkap tanpa bukti. Baru kali ini tertangkap tangan," tambahnya.

Dari keterangan pedagang, aksi pencurian tersebut diduga tidak hanya terjadi di satu lapak. Sejumlah pedagang di Blok A dan Blok B juga mengaku mengalami kehilangan dengan jumlah bervariasi.

"Kalau di Raja Ayam dua kali. Di tempat lain ada yang kehilangan tujuh ekor, empat ekor, bahkan sampai sepuluh ekor," ungkapnya.

Pada kejadian terakhir, pelaku diduga membawa sekitar 10 ekor ayam dengan berat diperkirakan mencapai 20 kilogram. Setelah diamankan, pelaku kemudian diserahkan ke pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun, berdasarkan informasi yang diterima pedagang, pelaku akhirnya dilepaskan.

"Katanya dilepaskan karena tidak ada laporan resmi dari korban dan nilai kerugian di bawah Rp 2 juta, jadi tidak bisa diproses," ujarnya.

Meski demikian, para pedagang menyayangkan hal tersebut dan berharap pelaku tetap mendapat efek jera agar tidak mengulangi perbuatannya.

"Kami sebenarnya ingin ada efek jera. Tapi ya, kami mengikuti prosedur hukum yang berlaku," katanya.

Arifin juga mengungkapkan, berdasarkan informasi yang beredar di kalangan pedagang, pelaku diduga memiliki usaha rumah makan di kawasan Tanjung Hulu.

Ia pun mengimbau para pedagang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus pencurian di lingkungan pasar.

"Harus lebih hati-hati. Bukan hanya ayam, kehilangan tas, uang, sampai barang di parkiran juga sering terjadi. Pelaku biasanya memanfaatkan kelengahan kita," pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Inayatun Nurhasanah mengatakan, terduga pelaku sebelumnya diamankan dari lokasi pasar kemudian dibawa ke Mapolsek Pontianak Selatan untuk menjalani interogasi awal.

Dalam proses tersebut, Kapolsek bersama personel mengedepankan pendekatan humanis guna menggali keterangan serta memastikan kronologi kejadian secara jelas.

"Kami memastikan setiap proses berjalan sesuai prosedur, dengan tetap menghormati hak-hak yang bersangkutan. Di sisi lain, kami juga berkomitmen melindungi masyarakat dari tindak kejahatan," ujar Inayatun.

Menurutnya, peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada serta menjaga barang dagangan dan bawaan. Selain itu, sinergi antara warga dan kepolisian dinilai penting dalam menjaga keamanan lingkungan pasar.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Belajar Menarikan Tarian Khas dari Sanggar Seni di Singkawang"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads