Aksi warga di Nunukan, Kalimantan Utara berinisial J melabrak pria yang diduga bertransaksi sabu, viral di media sosial. J mengaku muak karena permukimannya sudah seperti 'sarang sabu' yang beroperasi nyaris tanpa henti.
Kejadian tersebut terekam kamera amatir dan CCTV di depan rumah Rambo yang berlokasi di Jalan Strat Buntu RT 007, Nunukan, pada Sabtu (4/4/2026) pukul 16.58 Wita. J mendatangi pria berbaju hitam yang dengan santai menjadikan area depan rumahnya sebagai lapak transaksi.
"Saya tegur, 'Bang jauh-jauh kita menjual ya, saya lapor kita, itu ada CCTV di sini'. Pelakunya malah jawab, 'Silakan, sengaja aku'. Karena merasa kesal, saya datangi pelaku," ungkap J kepada detikKalimantan, Senin (6/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut J, aktivitas jual beli barang haram di kampungnya sudah menjadi rahasia umum sejak ia masih kecil. Berdasarkan pantauan CCTV miliknya, perputaran transaksi di Strat Buntu seolah tak kenal waktu.
"Saya tidak bisa memberikan jumlah pasti, tapi 24/7 di Strat Buntu tidak kenal waktu penjualan sabu-sabu," tegasnya.
Video rekaman pelabrakan tersebut kemudian diunggah ke media sosial oleh Hamseng, warga setempat yang juga mantan ASN dan kini aktif memberikan bantuan hukum. Hamseng menyebut memviralkan kejadian ini adalah jalan terakhir.
"Saya yakin dengan bobroknya sistem hukum kita, no viral no justice itu fakta nyata yang tidak bisa dibantah," kata Hamseng.
Hamseng membeberkan sebelum kejadian 4 April, ia sudah pernah mempublikasikan rekaman CCTV serupa di akun media sosialnya pada 21 dan 25 Februari 2026 agar mendapat atensi. Namun alih-alih mereda, aktivitas bandar justru dinilai makin menjadi-jadi.
Merespons video yang viral, tim gabungan Reskoba Polres Nunukan dan Polda Kaltara langsung turun melakukan penggerebekan di lokasi pada Minggu (5/4/2026). Namun, Kasubsi Penmas Sihumas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan, menyatakan pihaknya tidak menemukan barang bukti sabu, melainkan hanya alat isap (bong) dan plastik klip kosong. Pria berbaju hitam yang terekam dalam video belum diamankan.
Walau berhadapan langsung dengan jaringan narkoba, J mengaku tidak pernah mendapat ancaman atau intimidasi. Pihak kepolisian juga telah memintanya segera melapor jika ada ancaman terhadap keluarganya.
"Saya menegaskan bahwa pemberantasan narkoba adalah tugas bersama agar generasi mendatang tidak hancur," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Rambo menitipkan pesan menohok bagi masyarakat yang masih menutup mata terhadap peredaran narkoba di lingkungan mereka.
"Jangan normalisasikan penjualan sabu-sabu! Sudah bertahun-tahun sebagian orang atau kelompok melakukannya seolah benar, dengan alasan 'orang juga mau cari makan'. Ini bukan cari nafkah, tapi merusak generasi dan masyarakat kita!" pungkas Rambo.
(sun/des)
