Kalah Tanding Bola sampai Cekcok, 2 Pria Siram Air Keras ke Lawan

Jabodetabek

Kalah Tanding Bola sampai Cekcok, 2 Pria Siram Air Keras ke Lawan

Rizky Adha Mahendra - detikKalimantan
Rabu, 29 Apr 2026 13:00 WIB
Detik-detik seorang pria menjadi korban penyiraman diduga air keras oleh dua orang tak dikenal di kawasan Jalan Dharma Wanita V, RW 01 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (26/4/2026) sore sekira pukul 17.31 WIB.
Foto: Tangkapan layar-ANTARA
Jakarta -

Seorang pengendara motor listrik di Cengkareng, Jakarta Barat, menjadi korban penyiraman air keras. Dalam rekaman beredar, terlihat pelakunya dua orang pria. Setelah diusut, terungkap bahwa penyerangan ini berawal dari kekalahan dalam pertandingan sepakbola yang disertai cekcok.

Dilansir detikNews, peristiwa terjadi di Jalan Dharma Wanita V, Cengkareng. Dalam sebuah video viral di media sosial, terlihat korban tengah berkendara menggunakan motor listrik berwarna biru. Korban diikuti oleh dua orang pria yang mengendarai sepeda motor matic Scoopy.

Begitu sepeda motor terduga pelaku dan motor listrik korban berada dalam posisi sejajar, korban dan kedua pelaku sempat terlibat cekcok mulut. Tiba-tiba pelaku menyiramkan air keras ke arah korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban sontak berhenti, sementara pelaku langsung melarikan diri. Beruntung kedua pelaku saat ini sudah ditangkap dan menjalani pemeriksaan.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa motif penyerangan ini merupakan aksi balas dendam yang dipicu oleh kekalahan dalam pertandingan sepakbola," tulis keterangan akun Instagram @resmob_pmj, Rabu (29/4/2026).

Hasil pertandingan itu menimbulkan perselisihan di antara kedua kubu. Di lapangan, terjadi cekcok adu mulut hingga bermuara kepada aksi penyiraman tersebut.

"Perselisihan yang awalnya hanya berupa adu mulut di lapangan tersebut memuncak hingga akhirnya kedua pelaku memutuskan untuk melakukan serangan dengan menyiramkan cairan kimia kepada korban," jelasnya.

Drama Penangkapan Pelaku

Sebelumnya, dua pelaku ditangkap dalam waktu yang berbeda. Pelaku berinisial MG ditangkap lebih dulu, sementara DM belakangan.

Saat ditangkap, pelaku DM sempat mengelak di depan orang tuanya. Orang tuanya juga histeris dan panik.

"Petugas meringkus pelaku berinisial DM di wilayah Kembangan Utara, Jakarta Barat. Di hadapan orang tuanya, DM sempat mengelak melakukan aksi tersebut hingga membuat orang tuanya berteriak histeris," tulis keterangan unggahan itu.

Namun kebohongannya itu terbongkar dengan segera. DM langsung dipertemukan dengan pelaku lainnya berinisial MG sang eksekutor, yang sebelumnya sudah ditangkap.

"Namun kebohongan itu terpatahkan setelah ia dipertemukan dengan pelaku lain berinisial MG sang eksekutor yang telah lebih dulu ditangkap di wilayah Cengkareng," bebernya.

Baca selengkapnya di detikNews.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads