Aksi Guru Ngaji Cabuli 7 Santri Akibat Kecanduan Porno-Takut Hamili Perempuan

Regional

Aksi Guru Ngaji Cabuli 7 Santri Akibat Kecanduan Porno-Takut Hamili Perempuan

Denza Perdana Kurniaputra - detikKalimantan
Senin, 11 Mei 2026 14:00 WIB
Ilustrasi pencabulan anak. (Andhika Akbarayansyah/BeritaKlik)
Foto: Ilustrasi pencabulan anak. (Andhika Akbarayansyah/BeritaKlik)
Surabaya -

Seorang guru ngaji berinisial MZ (22) dipolisikan usai mencabuli 7 santri berusia antara 10-15 tahun. Aksi pelaku ini dipicu kecanduan film porno serta takut menghamili apabila berhubungan dengan perempuan.

Dilansir detikJatim, kasus pencabulan ini terjadi di sebuah lembaga pendidikan agama di kawasan Genteng Kali, Surabaya. Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan menjelaskan, lembaga tersebut berbeda dengan pondok pesantren pada umumnya karena para santri hanya menginap di sana pada akhir pekan.

"Istilahnya pondok pesantren ya, tapi memang kecil. Dan anak-anak ini sebenarnya bukan anak-anak yang tinggal menetap, tetapi anak-anak yang yang mondok secara hanya per mingguan," jelasnya di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (9/5/2026) lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MZ melancarkan aksinya selama kurang lebih setahun terakhir atau sejak 2025. Pria yang kini sudah berstatus tersangka ini biasanya beraksi pada malam hari ketika para santri tertidur.

"Saat malam hari tersangka ini datang ke kamar korban lalu kemudian apa di posisinya itu mengangkangi korban yang sedang tidur gitu ya," bebernya.

Luthfie menambahkan, sebenarnya aksi MZ sudah menjadi rahasia umum di kalangan santri. Beberapa rekan korban mengaku melihat pelaku ketika beraksi, tetapi mereka terlalu takut kepada guru ngaji tersebut dan akhirnya memilih diam. Sampai kemudian ada satu santri yang berani mengungkap aksi bejat gurunya hingga kasus ini bisa terbongkar.

"Nah, sebenarnya korban-korban yang lain itu ada yang tahu juga gitu. Tapi memang sama-sama semuanya tidak berani ngomong karena memang takut. Nah, setelah satu orang speak up dan lapor baru kemudian yang lainnya menyampaikan," tutur Luthfie.

MZ telah ditangkap dan diinterogasi. Ia mengaku alasannya menargetkan santri laki-laki karena dorongan nafsu setelah menonton film porno. Ia juga mengaku takut berzina dan menghamili perempuan.

"Tiba-tiba muncul nafsu karena keseringan nonton film porno itu. Ya sekarang (korbannya) anak-anak. Soalnya adanya cowok itu. Terus kalau sama perempuan nanti takutnya zina atau hamil," ujar MZ.

Sementara itu, polisi memastikan ketujuh korban kini berada dalam pengawasan dan pendampingan psikologis. Luthfie memastikan pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Surabaya untuk proses pemulihan trauma.

"Kita berharap untuk tidak ada trauma terhadap anak-anak ini karena ini generasi muda cemerlang, mereka cerdas-cerdas," pungkasnya.

Baca selengkapnya di detikJatim.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads