Bejat! Guru Ngaji di Surabaya Cabuli 7 Santri gegara Kecanduan Bokep

Round-Up

Bejat! Guru Ngaji di Surabaya Cabuli 7 Santri gegara Kecanduan Bokep

Denza Perdana - detikJatim
Senin, 11 Mei 2026 10:35 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/BeritaKlik.
Ilustrasi. (Foto: Andhika Akbarayansyah)
Surabaya -

Kabar memilukan datang dari sebuah lembaga pendidikan agama di kawasan Genteng Kali, Surabaya. Seorang guru ngaji berinisial MZ (22) tega mencabuli 7 santri laki-laki. Ironisnya, alasan di balik aksi bejat tersebut bikin geleng-geleng kepala: kecanduan film porno dan takut menghamili perempuan.

Tersangka MZ melancarkan aksinya di sebuah pesantren kecil. Berbeda dengan pondok pada umumnya, para santri di sini hanya menginap pada akhir pekan.

"Istilahnya pondok pesantren ya, tapi memang kecil. Dan anak-anak ini sebenarnya bukan anak-anak yang tinggal menetap, tetapi anak-anak yang yang mondok secara hanya per mingguan," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (9/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi pencabulan ini dilakukan MZ dalam kurun waktu setahun terakhir, tepatnya sejak 2025 hingga 2026. MZ memanfaatkan situasi malam hari saat para santri yang rata-rata berusia 10-15 tahun itu terlelap di kamar asrama.

"Saat malam hari tersangka ini datang ke kamar korban lalu kemudian apa di posisinya itu mengangkangi korban yang sedang tidur gitu ya," terang Luthfie.

ADVERTISEMENT

Kebejatan MZ sebenarnya bukan rahasia di kalangan santri. Beberapa rekan korban mengaku melihat aksi tersebut, namun mereka tak kuasa melawan karena merasa tertekan dan takut kepada sang guru.

"Nah, sebenarnya korban-korban yang lain itu ada yang tahu juga gitu. Tapi memang sama-sama semuanya tidak berani ngomong karena memang takut. Nah, setelah satu orang speak up dan lapor baru kemudian yang lainnya menyampaikan," jelas Luthfie.

Saat diinterogasi, MZ blak-blakan mengungkap alasan menyasar santri laki-laki. Selain karena dorongan nafsu akibat sering menonton film porno, ia memberikan alasan yang membuat polisi heran.

"Tiba-tiba muncul nafsu karena keseringan nonton film porno itu," kata tersangka MZ.

Saat ditanya soal orientasi seksualnya, ia mengaku kini lebih tertarik kepada anak-anak. "Ya sekarang ya anak-anak. Soalnya adanya cowok itu. Terus kalau sama perempuan nanti takutnya zina atau hamil gitu," aku MZ dengan polosnya.

Sontak saja, alasan itu membuat Kombes Luthfie terheran-heran.

"Kalau sama perempuan takutnya zina, terus sama laki-laki anak-anak," timpal Luthfie menyindir logika tersangka.

Polisi memastikan ketujuh korban kini berada dalam pengawasan dan pendampingan psikologis. Mengingat masa depan para korban masih panjang, proses pemulihan trauma menjadi prioritas utama.

"Dan terhadap tujuh korban ini kita bekerja sama dengan DP3A untuk dilakukan trauma healing. Kita berharap untuk tidak ada trauma terhadap anak-anak ini karena ini generasi muda cemerlang, mereka cerdas-cerdas," pungkas Luthfie.

Kini, MZ harus meringkuk di sel tahanan Polrestabes Surabaya. Ia dijerat dengan UU TPKS dan KUHP dengan ancaman hukuman berat yang menanti di depan mata.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads