Korban: Foto Sopan Diubah Jadi Vulgar Pakai AI oleh Mahasiswa Biologi Untan

Korban: Foto Sopan Diubah Jadi Vulgar Pakai AI oleh Mahasiswa Biologi Untan

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Kamis, 14 Mei 2026 08:01 WIB
Gambar ilustrasi soal video viral nan mesum. (Danu Damarjati/BeritaKlik)
Foto: Gambar ilustrasi soal video viral nan mesum. (Danu Damarjati/BeritaKlik)
Pontianak -

Dugaan pelecehan seksual yang menyeret R, mahasiswa angkatan 2025 Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak terus menuai sorotan. Sejumlah korban mulai buka suara terkait dugaan tindakan tak senonoh yang dilakukan pelaku menggunakan teknologi artificial intelligence (AI).

Salah satu korban berinisial S, mahasiswi dari kampus di luar Kalimantan Barat (Kalbar), mengaku telah mengetahui kasus tersebut jauh sebelum viral di media sosial. Informasi itu pertama kali ia terima dari rekannya.

"Saya sudah tahu kasusnya jauh sebelum viral. Waktu itu teman saya menelepon dan bilang saya bakal kaget dengar ini," ujar S kepada detikKalimantan, Kamis (14/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

S menyebut kemarahan rekannya memuncak setelah mengetahui foto pacarnya yang tidak pernah berinteraksi dengan pelaku juga ditemukan di ponsel R dan diduga dijadikan bahan konten vulgar.

Menurut S, kasus tersebut kemudian viral setelah sejumlah foto hasil editan tak senonoh beredar luas di media sosial dan grup percakapan mahasiswa. "Banyak sekali foto teman-teman saya, bahkan foto pacarnya sendiri juga diubah menjadi konten vulgar yang tidak senonoh," katanya.

Ia menilai tindakan tersebut sangat melanggar privasi para korban. Sebab, sejumlah foto disebut diambil dari media sosial hingga Google Drive bersama yang digunakan untuk keperluan ijazah SMA.

"Foto-foto itu ada yang diambil dari Google Drive bersama untuk penyimpanan foto ijazah, ada juga yang di-screenshot dari media sosial kami," ujarnya.

S dengan pelaku pernah satu SMA di Singkawang. S menyebut hampir semua teman satu SMA menjadi korban.

"Teman dari SMA hampir semuanya jadi korban. Ada juga korban yang teman kuliah, bahkan ada yang nggak satu sekolah juga kena edit fotonya," beber S.

S bahkan mengaku menemukan foto pribadinya di ponsel pelaku yang tidak pernah ia unggah ke media sosial maupun disimpan di Google Drive.

"Sampai sekarang saya bingung dia dapat foto itu dari mana," ungkapnya.

Tak hanya itu, S mengaku kecewa lantaran orang tua pelaku disebut membela anaknya dan justru menyoroti penyebaran kasus tersebut sebagai bentuk pelanggaran privasi pelaku.

"Bagaimana dengan privasi kami sebagai korban yang dilanggar? Dia yang pertama mengambil dan mengedit foto kami tanpa izin," tegasnya.

S juga menilai pelaku tidak menunjukkan rasa bersalah atas perbuatannya. Menurutnya, R justru menyalahkan pihak yang menyebarkan kasus tersebut hingga viral.

"Dia merasa yang salah itu orang yang menyebarkan, bukan apa yang dia lakukan," katanya.

Yang lainnya berinisial N turut mengaku menjadi korban dugaan manipulasi foto menggunakan AI. Ia mengetahui kasus itu pada Senin (11/5/2026) setelah mendapat informasi dari temannya.

"Saya mendapatkan informasi bahwa ada seseorang yang melakukan tindakan tidak senonoh menggunakan AI. Itu diperkuat dengan bukti foto saya sendiri yang telah diedit secara tidak pantas," ujar N.

N menyebut foto yang digunakan pelaku merupakan foto lama sekitar tiga tahun lalu. Menurutnya, bukan hanya dirinya yang menjadi korban, tetapi juga temannya.

"Foto-foto yang awalnya berpakaian sopan diubah menjadi foto yang tidak senonoh," katanya.

Ia mengatakan pelaku diduga mengambil foto korban dari Google Drive keperluan ijazah hingga media sosial pribadi korban. Kasus tersebut kini telah viral dan memicu kemarahan banyak pihak. Para korban berharap kasus itu diusut hingga tuntas dan pelaku mendapat hukuman setimpal.

"Kami menuntut keadilan agar kasus ini diusut sampai tuntas dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya," pungkas N.

Sementara itu, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Untan memastikan dugaan pelecehan itu sudah ditangani.

"Sudah ditangani dan sedang dalam proses," kata Kasatgas PPKPT Untan, Emilya Kalsum dikonfirmasi detikKalimantan.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Belajar Menarikan Tarian Khas dari Sanggar Seni di Singkawang"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads