Korban Deepfake Vulgar Kecewa Masih Ada Pihak yang Tak Anggap Serius

Korban Deepfake Vulgar Kecewa Masih Ada Pihak yang Tak Anggap Serius

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Jumat, 15 Mei 2026 22:00 WIB
Dugaan pelecehan oleh mahasiswa Untan Pontianak yang mengedit foto teman menjadi vulgar menggunakan AI. (Dok. Istimewa)
Foto: Dugaan pelecehan oleh mahasiswa Untan Pontianak yang mengedit foto teman menjadi vulgar menggunakan AI. (Dok. Istimewa)
Pontianak -

Korban dugaan kasusdeepfake vulgar yang menyeret RY, mahasiswa Jurusan BiologiFMIPA UniversitasTanjungpura (Untan)Pontianak, mengungkapkan kekecewaan atas kasus yang dialaminya. S, salah seorang korban, kecewa karena masih ada pihak yang menganggap kasus tersebut tidak serius.

Padahal menurutnya, kasus di Untan dinilai parah karena pelaku diduga tidak hanya memiliki fantasi seksual menyimpang, tetapi juga langsung mempraktikkannya dengan memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) untuk membuat konten vulgar dari foto para korban.

"Kalau masih ada yang merasa ini cuma kasus biasa, itu salah besar. Ini lebih dari itu," ujar S kepada detikKalimantan, Jumat (15/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau bisa dibilang parah, ini lebih parah dari kasus yang ada di UI. Karena pelaku ini langsung mempraktikkan apa yang ada di pikirannya," sambung dia.

Ia menilai tindakan tersebut bukan sekadar candaan atau kenakalan biasa, melainkan bentuk pelanggaran serius terhadap privasi dan hak perempuan.

"Foto yang awalnya baik-baik saja ditelanjangi begitu saja untuk konsumsi dia sendiri. Itu bukan hal normal," katanya.

S pun kini merasa tidak lagi memiliki ruang aman, baik di lingkungan sosial media maupun pertemanan.

"Pelaku sendiri bilang dia sudah melakukan ini sejak zaman SMA. Jadi bayangkan, dia terlihat normal berteman dengan orang-orang, tapi diam-diam melanggar privasi teman-temannya sendiri,"

Korban menyebut foto-foto perempuan yang awalnya normal dan berpakaian sopan diubah menjadi gambar vulgar demi kepuasan pribadi pelaku. Hal itu membuat para korban merasa dipermalukan dan kehilangan rasa aman.

"Kami sudah berusaha menutup diri, pakai baju sopan, pakai jilbab. Tapi tetap ditelanjangi oleh pikirannya dan penyalahgunaan teknologi," ujarnya.

Kasus ini sebelumnya viral setelah sejumlah mahasiswa menemukan banyak foto perempuan yang diduga telah diedit menjadi konten vulgar di ponsel milik RY saat kegiatan praktikum berlangsung.

Korban disebut berasal dari lingkungan kampus, teman SMA pelaku, hingga mahasiswi dari luar Kalbar.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads