Sadisnya Penculik Bunuh Bocah di Kutim: Korban Dicekik Dijatuhkan ke Parit

Sadisnya Penculik Bunuh Bocah di Kutim: Korban Dicekik Dijatuhkan ke Parit

Muhmad Budi Kurniawan - detikKalimantan
Kamis, 04 Jun 2026 13:20 WIB
Kapolda Kaltim Irjen Endar Priantoro.
Kapolda Kaltim Irjen Endar Priantoro/Foto: Istimewa
Kutai Timur -

Bocah di Kutai Timur (Kutim), Muhammad Royyan Prasetyo (7), menjadi korban kesadisan MY (32). Korban diculik, dicekik dan dijatuhkan ke parit.

Korban diculik saat bermain di sekitar rumahnya, Kampung Tator, Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara pada Senin (1/6). Pelaku mengajak Royyan berkeliling sebelum membawanya ke kawasan Bukit Pelangi.

Di saat yang bersamaan, pelaku juga menyiapkan surat ancaman untuk keluarga korban. Ia meminta uang tebusan sebesar Rp 200 juta kepada keluarga korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pelaku mengajak korban berkeliling. Setelah itu pelaku membuat surat ancaman yang isinya meminta uang tebusan sebesar Rp 200 juta," ujar Kapolda Kaltim Irjen Endar Priantoro saat jumpa pers, Kamis (4/6/2026).

Tiba di kawasan Bukit Pelangi, pelaku mengajak korban ke belakang masjid dengan alasan hendak memancing. Namun di lokasi tersebut, pelaku justru menghabisi nyawa korban.

Polisi mengungkap korban sempat dicekik sebelum dijatuhkan ke dalam parit kecil yang berada di belakang masjid. Setelah itu pelaku meninggalkan lokasi kejadian.

"Korban dicekik lalu dijatuhkan ke dalam air. Berdasarkan hasil autopsi, penyebab kematian korban adalah masuknya air ke saluran pernapasan yang menyebabkan korban meninggal dunia karena tenggelam," jelas Endar.

Sebelumnya diberitakan, Royyan dilaporkan hilang dan diduga menjadi korban penculikan. Korban kemudian ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terapung di parit kecil dalam semak-semak kawasan Bukit Pelangi, tepatnya di belakang masjid.

Penyidik masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk melengkapi alat bukti. Pihaknya juga masih menunggu hasil pemeriksaan forensik secara menyeluruh.

"Kami masih menunggu hasil autopsi lengkap dari dokter forensik dan kasus ini masih terus didalami," pungkas Endar.




(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads