Kasus Solar Subsidi Viral di Kalbar Masuk Hari Ke-21, Begini Perkembangannya

Kalimantan Barat

Kasus Solar Subsidi Viral di Kalbar Masuk Hari Ke-21, Begini Perkembangannya

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Jumat, 12 Jun 2026 19:01 WIB
Tangkapan layar video dugaan pengalihan BBM subsidi dari tangki merah ke biru di Kalbar. (dok Istimewa)
Foto: Tangkapan layar video dugaan pengalihan BBM subsidi dari tangki merah ke biru di Kalbar. (dok Istimewa)
Pontianak -

Sudah 21 hari sejak video dugaan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar di Kalimantan Barat viral. Hingga kini, hasil investigasi belum diumumkan.

Kasus ini mencuat sejak 23 Mei 2026 setelah beredar video yang memperlihatkan dugaan pemindahan solar subsidi dari mobil tangki distribusi BBM ke mobil tangki industri milik PT Putera Petro Borneo. Rekaman tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi sorotan masyarakat Kalbar.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun mengatakan, investigasi internal masih berlangsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk proses investigasi masih berlangsung. Karena masih berlangsung investigasinya, jadi kami belum bisa menyampaikan lebih detail," kata Edi saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2026).

Di sisi lain, SPBU Laur yang sebelumnya menjadi perhatian publik dalam rangkaian distribusi BBM tersebut kini telah kembali beroperasi. Pertamina menjelaskan langkah itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Untuk pelayanan ke masyarakat, produk jenis bahan bakar umum dilakukan kembali. SPBU kembali beroperasi untuk memenuhi permintaan dan kebutuhan wilayah tersebut," kata Edi.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono sebelumnya menyatakan penyidik Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus telah memeriksa lima orang saksi berinisial EP, HP, SFA, RP dan STS. Namun hingga memasuki pekan ketiga penyelidikan, polisi belum mengungkap peran para saksi maupun hasil pendalaman yang telah dilakukan.

"Saya sudah mintakan perkembangan ke Ditreskrimsus, tapi belum dapat balasan," ujarnya ditemui di Polda Kalbar, Kamis (11/6/2026).

Sebelumnya Polda Kalbar menyatakan akan memanggil dan memeriksa seluruh pihak yang diduga terkait, termasuk sopir mobil tangki, perusahaan, hingga pihak SPBU yang masuk dalam rantai distribusi BBM subsidi tersebut.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads