Bocah Kobar Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Dinas Perlindungan Anak Kirim Psikolog

Bocah Kobar Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Dinas Perlindungan Anak Kirim Psikolog

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Kamis, 18 Jun 2026 12:30 WIB
Wajah Bocah 5 Tahun di Kobar Lebam-lebam, Diduga Dianiaya Ibu Tiri. (Sigit Pamungkas)
Foto: Wajah bocah 5 tahun di Kobar lebam-lebam, diduga dianiaya ibu tiri/(Sigit Pamungkas)
Kotawaringin Barat -

Bocah perempuan berusia sekitar lima tahun yang mengalami luka lebam pada bagian wajah, diduga dianiaya ibu tirinya. Kini, bocah tersebut mulai mendapatkan pendampingan psikolog.

Itu seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dr Abimanyu kepada detikKalimantan, Kamis (18/6/2026). Ia menjelaskan saat ini tim dari bidang perlindungan anak telah menuju rumah korban di Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan.

"Setelah mendapat laporan kemarin kami hari ini langsung melakukan kunjungan ke rumah korban dengan membawa psikolog," ujar dr Abimanyu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, korban masih dirawat di rumah budenya (kakak dari Ayah) untuk sementara waktu sembari mendapat pendampingan dari psikolog. "Jika nanti hasil asesmen dari tim teknis di lapangan butuh adanya perawatan, maka korban nanti akan kita bawa ke rumah singgah untuk tindakan lebih lanjut," ujarnya lagi.

Tanggung jawab Dinas P3AP2KB Kobar adalah memberikan konseling kepada korban untuk mengetahui sejauh mana luka mental yang diderita. "Jadi kita nanti akan melihat apakah secara psikis mentalnya terguncang. Sejauh mana traumanya. Itu nantinya yang akan kita tangani. Untuk kasus pidananya itu urusan kepolisian," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, kasus dugaan kekerasan terhadap anak menggemparkan warga Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Seorang bocah ditemukan mengalami luka lebam di bagian wajah, diduga dianiaya oleh ibu tirinya.

Kondisi memar pada wajah anak tersebut pertama kali dilihat warga setempat. Temuan itu langsung memicu keprihatinan masyarakat yang khawatir terhadap keselamatan dan kondisi psikologis korban.

Ketua RT 03, M. Syarifudin, turut mengonfirmasi laporan dugaan kekerasan terhadap anak tersebut. Ia mengatakan keluarga korban merupakan pendatang yang baru beberapa minggu tinggal di lingkungan tersebut.

"Mereka baru beberapa minggu lalu melapor tinggal di RT 03. Setelah ada informasi itu, kami mencoba mencari tahu dan memang ada laporan terkait kondisi anak tersebut," ujar Syarifudin, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, keberadaan ibu tiri yang diduga melakukan penganiayaan masih belum diketahui secara pasti. Warga juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan secara menyeluruh.

"Kami berharap bocah tersebut segera memperoleh penanganan medis serta pendampingan psikologis agar dapat pulih dari trauma yang mungkin ditimbulkan akibat peristiwa tersebut," ucap Syarifudin.




(sun/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads