Kronologi Penangkapan Bandar di Katingan Berujung Bentrok Saat Keluarga Melawan

Kalimantan Tengah

Kronologi Penangkapan Bandar di Katingan Berujung Bentrok Saat Keluarga Melawan

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Kamis, 02 Jul 2026 13:31 WIB
Penggerebekan narkoba di Katingan berujung satu polisi gugur dan dua lainnya hilang.
Foto: Penggerebekan narkoba di Katingan berujung satu polisi gugur dan dua lainnya hilang (Dok. Polres Katingan)
Katingan -

Penggerebekan lokasi bandar narkoba di Katingan berujung bentrok hingga menyebabkan korban jiwa. Selain seorang personel polisi gugur, satu warga juga dilaporkan terkena tembakan akibat bentrokan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikKalimantan dari personel di lokasi, peristiwa bermula dari laporan masyarakat terkait maraknya peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. Satresnarkoba Polres Katingan kemudian melakukan operasi dengan target seorang residivis kasus narkotika berinisial BIO dan bersama rekannya berinisial BUSU.

Tim yang dipimpin langsung Kasat Resnarkoba Polres Katingan berangkat menuju lokasi pada Rabu (1/7) malam sekitar pukul 21.00 WIB dan tiba di desa target sekitar pukul 00.30 WIB. Personel kemudian dibagi menjadi dua tim, yakni tim penindakan yang bergerak menuju rumah target dan tim pendukung yang bersiaga di sekitar lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat proses penangkapan berlangsung, petugas berhasil mengamankan BIO. Namun keluarga target melakukan perlawanan terhadap aparat.

Dalam kondisi yang semakin membahayakan, anggota kepolisian sempat melepaskan tembakan peringatan. Karena perlawanan tidak berhenti dan situasi dinilai mengancam keselamatan petugas, dilakukan tindakan tegas terukur yang mengakibatkan seorang warga bernama Teriyo (40) meninggal dunia.

Insiden tersebut memicu kemarahan warga. Massa kemudian berdatangan mengepung petugas dengan membawa senjata tajam, balok kayu, hingga senjata api rakitan.

Jumlah massa yang jauh lebih banyak membuat tim penindakan terpaksa mundur sambil meminta bantuan personel tambahan. Dalam upaya menyelamatkan diri, sejumlah anggota bahkan harus terjun ke sungai dan berlindung di sebuah pulau kecil di tengah aliran sungai.

Di sisi lain, tim pendukung yang menggunakan kendaraan sempat dihadang massa di jalan. Mereka berhasil lolos dan tiba di Polsek Katingan Tengah dengan selamat.

Sementara itu, anggota yang bertahan di pulau kecil kembali berusaha berenang menyeberangi sungai setelah posisi mereka terus dikepung dan diduga mendapat ancaman tembakan dari arah daratan. Dalam kondisi kelelahan, tiga anggota kepolisian mengalami kesulitan saat berada di tengah sungai.

Salah seorang personel dilaporkan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya hingga kini masih belum ditemukan. Lima anggota lainnya berhasil mencapai tepian sungai dan menyelamatkan diri dengan berlindung di kawasan hutan sebelum akhirnya dievakuasi.

"Ya benar Mas, satu anggota meninggal dunia dan saat ini dibawa RS Bhayangkara Palangka Raya, dua orang polisi masih kita cari. Kami dibackup Brimob Polda Kalteng. Nanti akan saya update informasi selanjutnya," ujar Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono saat dikonfirmasi detikKalimantan, Kamis (2/7/2026).




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads