Perburuan terhadap para terduga pelaku penyerangan anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang menewaskan Aipda Yudhie Perdana Putra mulai membuahkan hasil. Seorang pria bernama Saldy (SA) berhasil diamankan tim gabungan Polda Kalimantan Tengah pada Jumat (3/7) siang.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan penangkapan tersebut. Namun, ia belum membeberkan secara rinci peran maupun kronologi penangkapan Saldy karena proses penyidikan masih terus berlangsung.
"Benar, yang diamankan berinisial SA," kata AKBP Dodik Hartono saat dikonfirmasi, Sabtu (4/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan informasi yang dihimpun, SA (Saldy) diamankan di sebuah lanting sedot emas di kawasan sungai di Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah pada Jumat (3/7) siang. SA sempat menjadi buruan polisi pascainsiden berdarah operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei.
Dari data identitas yang beredar, SA diketahui merupakan pria kelahiran Desa Tumbang Kalemei pada 30 Mei 1988 berusia 38 tahun. Ia berprofesi sebagai petani atau pekebun dan berdomisili di Kecamatan Katingan Tengah.
Meski demikian, polisi belum menyampaikan secara resmi peran dan keterlibatan SA dalam perkara tersebut. Penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami perannya dalam penyerangan yang mengakibatkan gugurnya Aipda Yudhie Perdana Putra.
Sementara itu, aparat gabungan masih terus memburu sejumlah terduga pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan saat penggerebekan bandar sabu tersebut. Polisi memastikan proses pengejaran dan penyidikan akan terus dilakukan hingga seluruh pihak yang bertanggung jawab berhasil diamankan.
(des/des)
