Jenazah Bripda Nopandri Dibawa ke RS Bhayangkara Palangka Raya untuk Autopsi

Kalimantan Tengah

Jenazah Bripda Nopandri Dibawa ke RS Bhayangkara Palangka Raya untuk Autopsi

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Sabtu, 04 Jul 2026 18:46 WIB
Bripda Nopandri (kanan) yang gugur dalam penggerebekan narkoba di Katingan.
Foto: Bripda Nopandri (kanan) yang gugur dalam penggerebekan narkoba di Katingan (Dok. Istimewa)
Katingan -

Jenazah Bripda Nopandri Ramadhana yang ditemukan mengapung di Sungai Katingan, Sabtu (4/7/2026), akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani proses autopsi sebelum dipulangkan ke rumah duka di Kasongan.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengatakan autopsi dilakukan sebagai bagian dari prosedur penyelidikan guna memastikan penyebab kematian anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur saat menjalankan tugas.

"Jenazah akan kami bawa terlebih dahulu ke RS Bhayangkara Palangka Raya untuk dilakukan autopsi. Setelah itu baru akan kami bawa ke rumah duka di Kasongan untuk disemayamkan dan dimakamkan," ujar Dodik, Sabtu (4/7/2026) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bripda Nopandri dipastikan menjadi anggota kedua yang gugur dalam tragedi berdarah saat operasi penangkapan terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kamis (2/7/2026) dini hari.

Sebelumnya, tim gabungan menemukan jasad Bripda Nopandri di aliran Sungai Katingan, tepatnya di kawasan Desa Tumbang Lahang. Jenazah kemudian dievakuasi untuk dilakukan identifikasi sebelum diputuskan dibawa ke RS Bhayangkara Palangka Raya.

Kapolres membenarkan bahwa jenazah yang ditemukan merupakan Bripda Nopandri Ramadhana, salah satu anggota yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah bentrokan saat operasi pemberantasan narkotika.

Dengan ditemukannya Bripda Nopandri, pencarian kini difokuskan terhadap satu anggota lainnya, yakni Aiptu Sumariyanto. Tim gabungan dari Polda Kalimantan Tengah, Polres Katingan, Basarnas, dan unsur terkait terus menyisir Sungai Katingan serta kawasan hutan di sekitar lokasi kejadian.

Insiden tersebut bermula ketika tim Satresnarkoba Polres Katingan melakukan penggerebekan terhadap terduga bandar sabu. Operasi itu berujung bentrokan yang menyebabkan Aipda Anumerta Yudhi Perdana Putra gugur di lokasi, Bripda Nopandri ditemukan meninggal dunia setelah sempat hilang, sementara Aiptu Sumariyanto masih dalam pencarian.

Di sisi lain, aparat kepolisian juga terus memburu para pelaku yang diduga melakukan penyerangan terhadap anggota Polri saat operasi pemberantasan narkotika tersebut.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads